Bos Sritex Iwan Lukminto Resmi Dicekal oleh Kejagung Selama 6 Bulan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 8 Juni 2025 | 11:00 WIB
Bos Sritex Iwan Lukminto saat diperiksa di Kejaksaan (antara)
Bos Sritex Iwan Lukminto saat diperiksa di Kejaksaan (antara)

KLIK SAJA - Babak baru dalam kisah kejatuhan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil legendaris Indonesia, kini mulai terbuka ke publik.

Perusahaan yang dahulu begitu berjaya sebagai eksportir seragam militer ke berbagai negara, kini harus menelan pil pahit kebangkrutan.

Dan yang mengejutkan, penyebabnya bukan karena persaingan global atau disrupsi industri, melainkan karena dugaan mis-manajemen dan praktik korupsi oleh generasi penerusnya sendiri, Iwan Kurniawan Lukminto.

Pada Minggu (8/6/2025), Kejaksaan Agung Republik Indonesia resmi menetapkan pencegahan ke luar negeri terhadap Iwan Kurniawan Lukminto, Direktur Utama Sritex.

"Iya benar terhadap IKL telah dilakukan pencegahan ke luar negeri," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar.

Pencekalan ini telah diberlakukan sejak 19 Mei 2025 dan berlaku selama enam bulan ke depan.

Iwan sebelumnya telah diperiksa pada 3 Juni 2025 terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian kredit dari sejumlah bank kepada Sritex.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Menurut Harli, fokus penyidikan adalah menggali bagaimana prosedur pengajuan kredit dilakukan oleh Sritex, dan sejauh mana keterlibatan Iwan, baik saat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama (2014–2023) maupun kini sebagai Direktur Utama.

Lebih lanjut, Kejaksaan akan mendalami siapa saja yang memiliki kewenangan mengajukan kredit, serta kemungkinan adanya persetujuan atau tanda tangan Iwan dalam proses tersebut.

Beberapa bank yang telah teridentifikasi dalam perkara ini mencakup BJB, Bank Jateng, Bank DKI, dan Bank Banten.

Tragisnya, ini merupakan titik balik dari kejayaan Sritex di masa lalu. Di era 1990-an, di bawah kepemimpinan almarhum Lukminto—ayah dari Iwan—Sritex menjelma menjadi raksasa industri tekstil nasional.

Perusahaan ini bahkan dikenal sebagai eksportir seragam militer untuk NATO, negara-negara Eropa, dan Timur Tengah. Kala itu, Sritex menjadi simbol keberhasilan industri dalam negeri.

Namun, sepeninggal Lukminto, arah kepemimpinan tampaknya kehilangan kendali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X