Presiden Prabowo: Pemerintahan Masih Banyak Penyelewengan Kekuasaan, Korupsi dan Manipulasi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 2 Juni 2025 | 14:38 WIB
Presiden Prabowo saat berikan amanah pada upacara Harlah Pancasila (CNBC)
Presiden Prabowo saat berikan amanah pada upacara Harlah Pancasila (CNBC)

KLIK SAJA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan tegas dan blak-blakan mengenai kondisi integritas di tubuh pemerintahannya.

Hal tersebut disampaikan dalam amanatnya pada upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).

Prabowo mengakui bahwa praktik korupsi, manipulasi, dan penyelewengan kekuasaan masih merajalela di pemerintahan yang ia pimpin.

"Saya sebagai Presiden RI melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan," ujar Prabowo dengan nada tegas.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Presiden tidak menutup mata terhadap kenyataan pahit birokrasi Indonesia.

Ia lebih lanjut menekankan bahwa jabatan publik adalah amanah rakyat yang tidak boleh disalahgunakan.

Para pejabat negara diingatkan agar tidak menjadi pengkhianat terhadap kepercayaan rakyat, apalagi setelah diambil sumpah jabatan di hadapan negara dan Tuhan.

"Jangan mencuri dari kekayaan rakyat. Kalau tidak mampu, jangan masuk ke pemerintahan. Kalau tidak mampu, jangan menerima mandat dari rakyat," lanjut Prabowo.

Ia menegaskan, lebih baik pejabat mundur secara terhormat daripada diberhentikan secara memalukan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti potensi besar kekayaan Indonesia.

Ia menyebut bahwa dengan pemerintahan yang bersih dan disiplin, Indonesia bisa bangkit sebagai negara yang hebat dan kuat di tengah tantangan global.

Namun semua itu hanya bisa dicapai jika penyakit korupsi dan manipulasi berhasil diberantas hingga ke akar-akarnya.

Prabowo secara khusus menekankan pentingnya refleksi di momen Hari Lahir Pancasila.

Ia menyebut, Pancasila bukan sekadar simbol, tapi nilai luhur yang harus menjadi pedoman moral seluruh jajaran pemerintahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Setpres

Tags

Rekomendasi

Terkini

X