Haru Biru! Siswa 'Nakal' Alumni Gemblengan Barak Militer Ala Kang Dedi Mulyadi Jadi Petugas Upacara Harkitnas di Gedung Sate

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 21 Mei 2025 | 14:41 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi beri ucapan selamat kepada alumni siswa bermasalah yang dididik di Dodik Bela Negara (Biro Jabar)
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi beri ucapan selamat kepada alumni siswa bermasalah yang dididik di Dodik Bela Negara (Biro Jabar)

KLIK SAJA - Siapa sangka, para pelajar yang sebelumnya dianggap "nakal" dan bermasalah, kini menjelma menjadi pribadi yang disiplin dan membanggakan.

Momen haru dan penuh kebanggaan ini terjadi saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman Gedung Sate, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Sebanyak 273 siswa alumni pendidikan karakter ala militer tampil sebagai petugas upacara, termasuk menjadi pengibar bendera dan komandan upacara bersama dengan 11 satuan elit TNI/Polri.

Transformasi luar biasa ini merupakan hasil dari program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Program ini berlangsung selama 18 hari di Depo Pendidikan Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, dan ditujukan bagi siswa yang bermasalah di sekolah.

“Banyak yang awalnya meragukan, tapi waktu akhirnya menjawab,” ujar KDM.

Meski sempat menuai kontroversi dan penolakan, KDM tetap kukuh dengan visinya bahwa tidak ada anak yang benar-benar nakal, hanya belum diberi ruang dan arah yang tepat.

Puncak haru terlihat usai upacara. Banyak siswa tak kuasa menahan tangis ketika akhirnya bertemu kembali dengan orang tua mereka.

Beberapa di antaranya bahkan dipeluk langsung oleh KDM, terutama bagi yang belum dijemput atau merupakan anak yatim.

Tak tanggung-tanggung, KDM mengangkat mereka sebagai anak asuh, menjamin pendidikan dan masa depan mereka.

“Ini bukan sekadar program. Ini soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua yang tak menangis haru melihat anaknya berubah?” tutur KDM.

Rencana ke depan pun semakin besar. Melihat keberhasilan program ini, KDM akan membentuk Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, sebuah lembaga pendidikan karakter berbasis nasionalisme dengan markas tetap di Dodik Bela Negara.

Sekolah ini akan menjadi wadah formal untuk menanamkan semangat bela negara, disiplin, serta nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Ia berharap alumni program ini bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, atau meniti karier di TNI, Polri, dan lembaga lain sesuai dengan minat masing-masing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X