KLIK SAJA - Pelantikan Paus Leo XIV sebagai Pemimpin Gereja Katolik Sedunia pada Kamis, 8 Mei 2025, menandai babak baru dalam sejarah Gereja Katolik.
Sosok asal Amerika Serikat ini menjadi perhatian dunia, menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang dikenal dengan kepemimpinan sederhana dan keberpihakan terhadap isu-isu sosial.
Namun, di balik sorotan internasional, ada kisah istimewa yang membekas di hati umat Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Sedikit yang tahu bahwa Paus Leo XIV, yang bernama asli Robert Francis Prevost, pernah menginjakkan kaki di Papua lebih dari dua dekade lalu.
Dimana kala itu, tahun 2003, ia masih menjabat sebagai pastor sekaligus Prior Ordo Santo Agustinus (OSA) dan datang ke Sorong dalam rangka memperingati 50 tahun karya misi OSA di Papua.
Kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi momen penuh makna bagi umat Katolik setempat.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengungkapkan bahwa kunjungan Pastor Prevost saat itu dilakukan dengan penuh semangat pelayanan dan kebersamaan.
Ia sempat berinteraksi langsung dengan umat, para imam, serta tokoh-tokoh Gereja di wilayah tersebut, termasuk Uskup Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., yang kelak ditunjuk menjadi Uskup Timika pada Maret 2025.
Kehadiran Pastor Prevost meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Sosoknya yang sederhana, hangat, dan penuh kepedulian membuat umat merasa dekat.
Tak heran, ketika namanya diumumkan sebagai Paus Leo XIV, banyak umat Katolik di Papua merasa memiliki hubungan personal dengannya.
Bagi mereka, pemimpin baru Gereja Katolik ini bukanlah sosok asing, melainkan seorang sahabat lama yang pernah berjalan bersama mereka dalam iman.
Kini, sebagai Paus, Leo XIV menghadapi tantangan besar dalam menahkodai Gereja Katolik di tengah dinamika global yang mulai terkotak-kotak kepentingan geopolitik.
Namun, masa lalunya di Papua menjadi pengingat bahwa gereja yang besar ini juga dibangun dari perjumpaan kecil yang penuh kasih dan pelayanan.
Banyak umat di Indonesia berharap, suatu hari nanti, Paus Leo XIV kembali menginjakkan kaki di tanah tempat ia pernah melayani, menyapa umat yang kini menantinya dengan penuh harapan.***