KLIK SAJA - Perhatian publik tertuju pada keputusan perusahaan LG yang membatalkan partisipasinya dalam proyek baterai nikel terintegrasi di Indonesia karena kekhawatiran akan potensi kerugian.
Sebelumnya, LG telah menyatakan komitmen investasi sebesar 2 miliar dolar AS dalam proyek baterai kendaraan listrik.
Namun, masuknya produsen mobil listrik asal China, BYD, ke pasar Indonesia dengan berbagai kemudahan, di tengah situasi perang dagang di Eropa yang menghambat penjualan BYD di sana, menjadi pertimbangan bagi LG.
Menurut Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo, perlakuan yang berbeda antara LG dan perusahaan asal China menjadi alasan utama pembatalan investasi ini.
Baca Juga: Menteri PPN Bappenas : MBG Lebih Penting
Pengamat Ekonomi, Ferry Latuhihin, juga menyampaikan pandangannya bahwa keputusan LG untuk menarik diri mungkin merupakan langkah yang lebih baik bagi perusahaan.
Lebih lanjut, Ferry mengingatkan Indonesia untuk tidak meremehkan indikator Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkait dengan isu ini.
Ferry kemudian memberi contoh terkait dampak dari perginya konsorsium LG terhadap proyek baterai nikel di RI.
"Memang benar, petani itu tidak bermain saham, harga pangan stabil, tapi sampai di mana?" sebut Ferry.
"Kalau dolar (investasi LG) itu ngacir atau pergi, bisa juga harga pangan ini goyang (terdampak)," tandasnya.***
Artikel Terkait
Info Warga Bandung! Ikutilah LIKMI Fest Job Fair 14-15 Mei 2025, Cek Disini Info Lengkapnya!
Prabowo: Kekayaan Negara Harus Dirasakan Semua Rakyat!
Gerakan Indonesia Menanam: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Ini Gue Demen! Tiap Rabu ASN Jakarta Wajib Gunakan Angkutan Umum Ke Tempat Kerja
Ketahanan Pangan Prioritas: Prabowo Resmikan Gerakan Adi Hidayat