KLIK SAJA - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) baru-baru ini mengumumkan bahwa penurunan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50% selama periode Lebaran 2025 berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Diskon ini diterapkan pada dua komponen utama, yaitu Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).
Dampak Finansial
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, mengungkapkan bahwa meskipun ada penurunan pendapatan akibat diskon tersebut, volume trafik penumpang diperkirakan akan meningkat.
Baca Juga: Pengakuan Ole Romeny, Pencetak Satu Gol Indonesia Lawan Australia: Penalti Gagal, Mental Kami Turun
Ia menyatakan bahwa selama periode angkutan Lebaran 2025, jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai sekitar 10,8 juta orang di 37 bandara yang dikelola oleh InJourney. Ini merupakan peningkatan sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun Faik Fahmi tidak merinci angka pasti mengenai penurunan pendapatan akibat diskon tarif tersebut, ia menyebutkan bahwa pada periode Nataru sebelumnya (Natal dan Tahun Baru), InJourney kehilangan hingga Rp200 miliar akibat kebijakan serupa.
Namun, dengan adanya peningkatan jumlah penumpang yang diantisipasi selama Lebaran 2025, perusahaan berharap dapat menutup potensi kerugian dari diskon tarif tersebut melalui volume trafik yang lebih tinggi.
Diskon tiket pesawat selama Lebaran 2025 memang menggerus pendapatan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), tetapi diimbangi dengan proyeksi peningkatan jumlah penumpang dan potensi kenaikan pendapatan non-aeronautika.
Kebijakan ini bertujuan untuk membuat harga tiket pesawat lebih terjangkau bagi masyarakat tanpa memberatkan mereka secara finansial.***
Artikel Terkait
Lebaran 2025 Berapa Hari Lagi?
Dengarkan Masukan, Prabowo Percepat Pengangkatan CASN, CPNS Juni 2025, PPPK Oktober
BPH Migas: Pasokan BBM Selama Liburan Mudik Lebaran Aman
Anak-anak di Sidoarjo Ungkap Kesan Manis Salaman dengan Prabowo: Momen Langka!
Prabowo Genjot Investasi: Kita Bisa Ciptakan 8 Juta Lebih Lapangan Kerja