KLIK SAJA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan langkah tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Jombang dan Mojokerto, Jawa Timur.
Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan ekstrem pada 9 Desember 2024, hingga mengakibatkan meluapnya Sungai Avour Watudakon di kawasan tersebut.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan komitmen kementeriannya dalam menangani dampak bencana ini dan memastikan keselamatan masyarakat terdampak.
Baca Juga: Gempa 7,3 Skala Richter Guncang Vanuatu, Banyak Bangunan Rata dengan Tanah
“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Kabupaten Jombang dan Mojokerto,” ungkap Menteri Dody pada Selasa (17/12/2024).
Sebagai bentuk langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah mengerahkan sejumlah peralatan dan sumber daya untuk membantu mengatasi dampak banjir.
Excavator telah dikirimkan ke lokasi guna untuk membersihkan sumbatan sampah dan eceng gondok yang menyumbat aliran sungai.
Selain itu, BBWS Brantas juga sedianya mengirimkan mobile pump berkapasitas 500 liter per detik dan satu unit pompa tank berkapasitas 250 liter per unit guna mempercepat surutnya air di wilayah terdampak.
Selain itu, Kementerian PU juga telah menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga yang terdampak banjir.
Langkah ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa darurat.
Baca Juga: Hebat! Desa Jatiluwih dan Desa Wukirsari dari Indonesia Terpilih 55 Best Tourism Villages
Kepala BBWS Brantas, Hendra Ahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan cepat.
“Selain mengirimkan alat berat, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, serta BPBD Jawa Timur untuk mempercepat penanganan banjir,” ungkap Hendra.
Kementerian PU pun turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.