KLIK SAJA - Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Vietnam, Jenderal Luong Cuong di Swissotel, Lima, Peru pada Jumat, 15 November 2024, sore waktu setempat.
Terlihat Presiden Vietnam tiba lebih awal ke ruang pertemuan, mengenakan jas berwarna biru tua dan didampingi oleh beberapa menterinya.
Tak lama kemudian, Prabowo datang ke ruang pertemuan bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Mendag Budi Santoso, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketahanan Nasional Dudung Abdurrachman.
Sebelum pertemuan bilateral, Prabowo dan Luong Cuong berfoto bersama di depan bendera merah putih Indonesia dan bendera negara Vietnam.
Pada pertemuan bilateral berlangsung selama 30 menit, Prabowo menghargai 70 tahun kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Vietnam serta berkeinginan untuk menambahkan kesempatan kerjasama di bidang lainnya.
"Hubungan kita amat erat dan harmonis. Kita sudah berhubungan baik selama 70 tahun, semoga kerjasama strategis ini terus berkembang dan memperkuat hubungan kita," ujar Prabowo.
Setelah pertemuan berakhir, mereka meninggalkan ruang pertemuan menuju lobi.
Baca Juga: Contoh Pantun Toleransi untuk Hari Toleransi Sedunia
Meskipun begitu, Presiden Vietnam dengan cepat melangkah kecil mengejar Prabowo dari belakang. Ia mengajak Prabowo untuk berfoto bersama dengan sopan.
"Ayo kita berfoto bersama dengan para menteri kami," ujar Jenderal Luong dengan ramah.
Prabowo dengan ramah menyetujui untuk berfoto bersama dan mengajak para menterinya untuk turut serta.
Setelah selesai berfoto, mereka pun memberikan tepuk tangan.***
Artikel Terkait
Peternak Akui Dampak Program Bantuan yang Dijalankan Ipuk Fiestiandani Saat Jadi Bupati, Begini Janji Sang Cabup Banyuwangi!
Prabowo Terima Kunjungan Menhan AS: Tukar Informasi dan Pandangan
Presiden Prabowo Akhiri Kunker di AS: Kolaborasi Lebih Baik Dari Konfrontasi
Pembawa Acara Cewek Kena Catcalling Ketika Debat Pilkada 2024! Langsung Didatangin Orangnya dan Ditegur
Prabowo Tegas Lawan Penyelundupan, Pemerintah Jamin Potensi Kerugian Rp 3,9 Triliun