Penuh Perjuangan! Perjalanan Tim Relawan Medis Indonesia EMT MER-C ke-6 Masuki Jalur Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 9 November 2024 | 18:29 WIB
Tim Relawan Medis Tim EMT Mer C ke 6 asal Indonesia (Mer - C Indonesia)
Tim Relawan Medis Tim EMT Mer C ke 6 asal Indonesia (Mer - C Indonesia)

KLIK SAJA – Setelah melalui serangkaian pemeriksaan ketat, seluruh relawan Medical Emergency Team (EMT) MER-C ke-6 akhirnya berhasil masuk ke Jalur Gaza, Palestina, bersama sejumlah relawan lainya yang tergabung dalam konvoi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tim EMT MER-C ke-6 ini terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan melalui dua tahap.

Tahap pertama diberangkatkan pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiga relawan berhasil masuk Gaza hari Selasa (29/10).

Baca Juga: PBB: Hampir 70% Korban Tewas Konflik di Gaza Adalah Perempuan dan Anak-Anak

Dua relawan kemudian menyusul pada hari Selasa (29/10) l, yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK., keduanya tiba di Gaza hari Kamis (31/10).

“Alhamdulillah proses kami selama perjalanan dari Yordania sampai masuk ke Jalur Gaza lancar. Mohon doa dan dukungan dari teman-teman semua agar kami bisa menjalankan misi-misi kami,” ungkap Relawan MER-C dr. Regintha Yasmeen saat baru tiba di Gaza.

Dari kelima relawan ini, empat diantaranya sudah berpengalaman pernah bertugas di Jalur Gaza, bergabung dengan Tim EMT 3 dan 4.

Tim EMT ke-6 ini nantinya akan bertugas selama satu bulan.

Namun dari pihak WHO berharap seluruh tim bisa bekerja lebih panjang setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan.

Pihak tim medis MER-C sendiri masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hal ini.

Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Gaza Mengalami Amputasi Cacat Tubuh Akibat Agresi Israel

Berdasarkan informasi yang diterima sebelum keberangkatan, Tim EMT ke-6 akan bertugas di Gaza Tengah, di Rumah Sakit Lapangan Public Aid Hospital yang merupakan garis terdepan serangan Israel.

Namun kondisinya masih belum pasti dan masih menunggu informasi lebih lanjut terkait penempatan tugas.

Setibanya di Jalur Gaza, tim sudah mulai bertugas dan menangani sejumlah korban serangan Zionis Israel di Public Aid Hospital, di Gaza City.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: MER-C.org

Tags

Rekomendasi

Terkini

X