KLIK SAJA - Erupsi hebat Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu malam (03/11/2024).
Status gunung berapi tersebut pun meningkat dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas), menandakan keadaan yang semakin kritis.
Akibat erupsi, material panas, batu api, dan abu vulkanik terlempar hingga radius enam kilometer, hingga menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.
Dilansir dari Polda NTT, dari data sementara, erupsi ini telah menelan korban tewas sebanyak sembilan orang, puluhan luka-luka, dan banyak bangunan hangus terbakar.
Baca Juga: Ribuan Personel Gabungan Siap Kawal Aksi Reuni 411 di Kawasan Istana Negara
Warga dari tujuh desa sekitar, yaitu Desa Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, Boru Kedang, Pululera, dan Nawakote, terpaksa harus mengungsi menuju perbatasan Kabupaten Sikka dan Kecamatan Titehena di Kabupaten Flotim.
Sejumlah rumah warga, gedung sekolah, dan bangunan milik Biara Susteran SSPS serta asrama SMA Seminari San Dominggo Hokeng turut menjadi korban dari letusan erupsi ini.
Banyak anak anggota seminari yang mengalami luka bakar akibat lontaran material panas.
Tidak hanya rumah warga, beberapa bangunan publik mengalami kerusakan yang diakibatkan terjangan abu vulkanik dan petir yang menyambar.
Menurut laporan petugas di lapangan, letusan terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur, sehingga banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri pada saat itu.
Lontaran batu api dan material vulkanik dilaporkan menghujani area sekitar gunung selama lebih dari dua jam. Hingga Senin pagi (4/11/2024), petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.
Baca Juga: TikToker Gunawan Sadbor Ditangkap Polres Sukabumi, Diduga Promosikan Judol Saat Live TikTok
Upaya Evakuasi
Polres Flores Timur (Flotim), Polda NTT berupaya menangani evakuasi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang terjadi di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (3/11/2024) tengah malam.