Handoko juga menyatakan bahwa aktivitas tersebut bukan bagian dari program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport.
Newport Sebut Ada Kelalaian Pengawasan
Selain menyampaikan permintaan maaf, pihak Newport memberikan penjelasan mengenai bagaimana aktivitas tersebut bisa terjadi di area booth.
Manajemen brand tersebut menyatakan bahwa kegiatan yang menjadi kontroversi bukanlah konsep promosi resmi yang dirancang oleh perusahaan.
Newport juga mengakui adanya persoalan dalam pengawasan aktivitas di lapangan selama acara berlangsung.
"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan," beber Handoko.
"Sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," tandasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi Newport mengenai posisi perusahaan terhadap kegiatan yang terekam dan kemudian viral di media sosial.
Oknum MC Revnaldo Ega Ikut Meminta Maaf
Revnaldo Ega selaku MC yang bertugas di booth Newport juga menyampaikan permintaan maaf setelah video kegiatan tersebut menjadi sorotan.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Threads miliknya dengan nama aqueer_.
Dalam keterangannya, Ega mengakui bahwa dirinya memiliki kelalaian dalam mengendalikan situasi ketika acara berlangsung.
"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," tulis Ega dalam klarifikasinya, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
"Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," tukasnya.
Klarifikasi tersebut muncul bersamaan dengan permintaan maaf dari pihak penyelenggara dan Newport di tengah proses laporan yang telah dibuat ke Polda Metro Jaya.***
Meta Deskripsi