KLIK SAJA - Dua tim besar Eropa, Benfica dan Bayer Leverkusen, sama-sama masih mencari kemenangan pertama mereka di fase liga Liga Champions musim ini.
Kedua tim akan saling berhadapan di Estadio da Luz, Rabu malam waktu setempat.
Klub asal Portugal itu masih tanpa poin dari tiga laga pembuka, menempati posisi kedua terbawah klasemen, sementara Leverkusen berada di peringkat ke-30, setelah hanya mampu meraih dua hasil imbang dari tiga pertandingan.
Petualangan Benfica di Liga Champions musim ini nyaris tak bisa dimulai dengan lebih buruk.
Di laga pembuka, tim asuhan Bruno Lage sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kalah 3-2 dari Qarabag.
Pergantian pelatih juga belum membawa hasil positif.
Di bawah asuhan Jose Mourinho, Benfica kembali menelan kekalahan 1-0 dari mantan klubnya, Chelsea, di Stamford Bridge. Nasib mereka makin buruk ketika dilibas 3-0 oleh Newcastle United di St James’ Park pada matchday ketiga.
Kekalahan tersebut menjadi hasil yang tak biasa bagi tim asuhan Mourinho, seorang pelatih yang telah dua kali menjuarai Liga Champions.
Namun masalah utama Benfica kini justru berada di lini depan — mereka hanya mencatat delapan tembakan tepat sasaran dalam tiga laga, jumlah terendah ketiga di kompetisi ini.
Meski begitu, di kancah domestik performa Benfica masih mengesankan. Kemenangan 3-0 atas Vitoria de Guimaraes akhir pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 10 laga di Liga Portugal, dengan tujuh kemenangan di antaranya.
Bahkan, lini pertahanan mereka kini tampil solid, tidak kebobolan dalam lima laga terakhir. Empat di antaranya berakhir dengan kemenangan, termasuk tiga pertandingan terkini dengan total 11 gol tercipta.
Namun dominasi di liga lokal belum berbanding lurus dengan performa di Eropa. Jika tak segera bangkit, Benfica terancam tersingkir lebih awal — hal yang jarang terjadi mengingat mereka selalu lolos ke babak gugur dalam tiga dari empat edisi terakhir.
Laga melawan Leverkusen pun menjadi partai wajib menang bagi Benfica. Secara historis, mereka sedikit unggul dengan dua kemenangan dari empat pertemuan terakhir, meski duel terakhir di fase grup 2013–2014 berakhir imbang tanpa gol setelah kalah 3-1 di Jerman.
Sementara itu, Leverkusen datang dengan ambisi bangkit setelah dikalahkan Bayern Munich 3-0 akhir pekan lalu — kekalahan pertama di Bundesliga bagi pelatih Kasper Hjulmand dan membuat mereka turun ke posisi kelima klasemen.
Sekitar dua minggu sebelumnya, Leverkusen juga dipermalukan di kandang sendiri setelah dilibas Paris Saint-Germain 7-2 pada matchday ketiga, jumlah gol kebobolan yang sama dengan total mereka sepanjang fase grup musim lalu.