KLIK SAJA- Dua tim yang masih mencari kemenangan pertama mereka di fase ini akan saling berhadapan pada Selasa malam, saat AS Monaco bertandang ke Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt di Norwegia.
Kedua tim sama-sama mengantongi dua poin dari tiga pertandingan, dengan Bodo/Glimt menelan kekalahan 3-1 dari Galatasaray pada laga terakhir, sementara Les Monegasques bermain imbang 0-0 melawan Tottenham.
Tiga laga berlalu di fase Liga, tim Norwegia ini menunjukkan kualitasnya dalam urusan menyerang, namun masih rapuh di lini belakang.
Mereka telah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terakhir Liga Champions, meski mampu mencetak lima gol — sebuah capaian yang cukup baik untuk debut mereka di fase ini.
Kekuatan utama Bodo/Glimt terletak pada serangan di babak kedua. Semua lima gol mereka tercipta setelah turun minum, bahkan tiga di antaranya datang dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Pasukan Kjetil Knutsen juga memiliki rekor kandang impresif: tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi, dengan dua kemenangan terakhir diraih dengan agregat 6-1.
Dalam kompetisi UEFA, hanya dua dari 13 laga kandang terakhir mereka yang berakhir dengan kekalahan.
Meski begitu, mereka baru menang satu kali dari delapan pertandingan terakhir di Eropa.
Pertemuan hari Selasa akan menjadi kali kedua Bodo/Glimt menghadapi tim asal Prancis di kompetisi Eropa. Sebelumnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Nice, rival sekota Monaco, di Liga Europa musim lalu.
Sementara itu, Sebastien Pocognoli mengambil alih Monaco dalam kondisi tim yang tengah terluka — baik secara fisik maupun mental. Namun dalam beberapa pekan terakhir, performa mereka mulai membaik di kedua aspek tersebut.
Les Monegasques kini tampil lebih konsisten dan mulai menemukan ritme, dengan dua kemenangan dari tiga laga terakhir Ligue 1, mencetak total enam gol.
Capaian ini sangat kontras dengan periode sulit sebelumnya, ketika Monaco gagal menang dalam lima laga beruntun sebelum akhir Oktober, dan hanya meraih dua poin dari tiga laga awal Liga Champions.
Monaco belum pernah menang dalam empat laga tandang terakhir di Liga Champions, bahkan selalu kebobolan tiga gol atau lebih, termasuk kekalahan 4-1 dari Club Brugge pada September lalu.