lokal

Mengenal Ketipung, Tetabuhan Rancak Khas Melayu yang Buat Pinggang Bergoyang

Minggu, 27 April 2025 | 13:58 WIB
ilustrasi memainkan Ketipung (wikipedia)

"Pak ketipak ketipung suara gendang bertalu-talu..."
KLIK SAJA - Begitulah sepenggal bait dari lagu klasik Melayu "Pak Ketipak Ketipung" atau "Rentak Seratus Enam" yang begitu menggugah semangat.

Lagu ini seolah menjadi ikon keriangan dalam budaya Melayu, dengan irama rancaknya yang sering membuat siapa pun yang mendengarnya tergoda untuk bergoyang.

Di balik kegembiraan itu, ada satu instrumen penting yang membangun ritmenya: ketipung.

Ketipung adalah alat musik tradisional Indonesia yang tergolong sebagai gendang kecil.

Alat ini biasanya digunakan untuk mengiringi musik-musik Melayu, dangdut, keroncong, hingga alunan musik bercorak Timur Tengah.

Bentuk ketipung khas — bulat memanjang dengan bagian tengah yang sedikit menggelembung — membuatnya mudah dikenali.

Baca Juga: Mengenal Kacaping, Alat Musik Terinspirasi Bentuk Perahu Suku Mandar

Memiliki dua sisi tabuh, ketipung menghasilkan suara bulat nan dinamis saat dimainkan.

Bagian membrannya terbuat dari kulit kambing atau sapi yang dibuat sangat tipis, sehingga menghasilkan suara renyah namun tetap bertenaga.

Suara ketipung menjadi tulang punggung ritmis yang membuat irama musik Melayu terdengar hidup dan penuh semangat.

Menariknya, ketipung tak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga mampu memperkaya nuansa emosional dalam sebuah lagu.

Ketukan cepatnya bisa membawa suasana sukacita, sementara ritme perlahan yang dimainkan dengan lembut dapat menghadirkan kesan melankolis.

Selain terkenal di Pulau Sumatra dan Jawa, ketipung juga populer di Kalimantan Timur.

Meski memiliki fungsi serupa, ketipung Kalimantan Timur sedikit berbeda.

Halaman:

Tags

Terkini