lokal

Mengenal Arababu Ternate, Alat Musik Gesek Tradisional Khas Maluku Utara, Suaranya Melengking Lirih

Minggu, 20 April 2025 | 21:12 WIB
Musisi Ternate sedang memainkan Arababu (Indonesia kaya)

Di bagian depannya dipasangi membran dari kulit atau bahan sejenis perkamen. Pegangannya terbuat dari bambu, memanjang ke atas sebagai tempat menyetel senar.

Hal yang unik, arababu hanya memiliki satu senar, berbeda dari rebab yang biasanya memiliki dua atau tiga.

Busurnya pun khas, menggunakan batang lengkung dengan serat pohon pisang hote sebagai pengganti rambut kuda.

Ukurannya relatif kecil, sehingga praktis dimainkan sambil duduk bersila.

Teknik Bermain dan Nilai Budaya

Teknik bermain arababu serupa dengan rebab, yakni menggesekkan busur ke dawai hingga menghasilkan nada-nada melodis.

Meski sederhana, arababu mampu membangkitkan emosi lewat alunannya—dari sendu hingga semangat.

Tak jarang, alat ini dimainkan sambil bernyanyi, dan diiringi tarian bertema kepahlawanan atau ritual.

Dalam orkestra tradisional Ternate, arababu dimainkan bersama tifa, gong, dan fuk-fuk, menyuguhkan suasana Melayu-Arab yang memukau.

Lagu-lagu yang dimainkan biasanya bertema kehidupan sehari-hari, doa, serta mantra penolak bala.

Pelestarian di Tengah Modernisasi

Kini, arababu mulai jarang terlihat karena tergeser alat musik modern seperti biola. Namun, semangat pelestarian masih hidup di kalangan musisi lokal Ternate.

Arababu tetap tampil dalam upacara adat dan pertunjukan budaya, menjaga warisan leluhur agar tak lekang oleh waktu.

Di tengah arus modernisasi, arababu adalah pengingat akan kekayaan budaya yang dimiliki Maluku Utara.

Suaranya yang khas dan sejarah panjangnya menjadikannya bukan hanya alat musik, tapi juga simbol identitas dan jiwa masyarakat Ternate.***

Halaman:

Tags

Terkini