KLIK SAJA - Ribuan warga Korea Selatan membanjiri jalan-jalan di Seoul pada Minggu (9/3/2025) dalam demonstrasi besar-besaran.
Aksi ini menyusul imbas dari pembebasan Presiden Yoon Suk Yeol dari tahanan, yang memicu reaksi beragam dari masyarakat.
Ada pihak yang mendukung, sementara sebagian lain menentang keras keputusan tersebut.
Menurut laporan Anadolu Ajansi, sekitar 4.500 pendukung Yoon menggelar ibadah Minggu di luar kediaman presiden di pusat kota Seoul.
Baca Juga: Tegas! China Serukan Gaza Harus Milik Palestina, Dukung Solusi Dua Negara
Mereka menuntut Mahkamah Konstitusi membatalkan proses pemakzulan terhadap Yoon. Acara ini diorganisir oleh Gereja Sarang Jeil, yang dipimpin oleh aktivis konservatif Jeon Kwang-hoon.
Jeon menyatakan bahwa dengan dibebaskannya Yoon, sidang pemakzulan sudah tidak relevan lagi.
Ia bahkan memperingatkan bahwa rakyat akan melawan jika Mahkamah Konstitusi tidak berpihak pada Yoon.
Presiden Yoon dibebaskan pada Sabtu (8/3/2025) setelah ditahan sejak pertengahan Januari atas tuduhan terkait upaya darurat militer yang terjadi pada Desember lalu.
Pengadilan di Seoul menyatakan bahwa penahanannya tidak sah, meskipun Yoon masih harus menghadapi persidangan atas tuduhan memimpin pemberontakan.
Kini, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah pemakzulan Yoon tetap berlaku atau dibatalkan.
Di sisi lain, kelompok oposisi juga turun ke jalan untuk menuntut pemecatan segera terhadap Yoon.
Demonstrasi besar digelar di depan Istana Gyeongbok, Seoul, dan dilanjutkan dengan konferensi pers yang mengumumkan aksi darurat selama seminggu.
Oposisi juga berencana mengadakan pawai dari Museum Istana Nasional, yang diklaim akan dihadiri oleh 100 ribu orang.