Atap masjid berbentuk tajug dengan tiga pintu masuk utama, menambah kesan klasik dan megah pada bangunan ini.
Walaupun telah mengalami beberapa kali renovasi, keaslian arsitektur masjid ini tetap terjaga dengan baik.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Besar Kuno Taman juga berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Pada bulan Ramadan, masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh jemaah untuk melaksanakan salat tarawih, salat malam, dan beritikaf.
Keberadaan masjid ini juga menjadi bukti nyata peran penting agama Islam dalam membentuk budaya dan masyarakat Madiun.
Masjid Besar Kuno Taman tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi dan budaya yang populer di Kota Madiun.
Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur kuno masjid ini sambil mempelajari sejarah dan perannya dalam penyebaran Islam di wilayah Madiun.
Di samping itu, kompleks masjid ini juga memiliki makam kuno para bupati Madiun, yang menambah nilai historis dan spiritual tempat ini.
Pada tahun 1981, Masjid Besar Kuno Taman resmi masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya.
Nama masjid ini kemudian diubah menjadi Masjid Besar Kuno Madiun untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu bangunan bersejarah yang dilindungi. P
Penetapan ini dilakukan untuk menjaga kelestarian masjid dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus mempelajari dan menghargai warisan budaya ini.***