lokal

Mengenal Belangiran, Tradisi Mandi Suci Warga Lampung Sambut Ramadan

Selasa, 25 Februari 2025 | 09:30 WIB
Warga Lampung mandi bersama di sungai saat tradisi Belangiran (Pemprov Lampung)

Kemudian Setanggi atau kemenyan dibakar sebagai bentuk penghormatan dan permohonan doa kepada Tuhan agar proses penyucian diri diterima.

Belangiran bukan sekadar tradisi fisik, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.

Mandi bersama di sungai atau kali memiliki perlambang penyucian diri dari segala dosa dan kesalahan.

Maka dengan membersihkan diri secara lahir dan batin, masyarakat Lampung berharap dapat memasuki Ramadan dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.

Selain itu, tradisi ini juga dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Saat berkumpul di sungai, masyarakat dapat saling berinteraksi, berbagi cerita, dan saling memaafkan.

Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan saling memaafkan.

Dalam arus era modern seperti sekarang, tradisi Belangiran masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Lampung, terutama di daerah pedesaan.

Walaupun sebagian orang mungkin sudah beralih ke mandi di rumah, nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dalam tradisi ini tetap dijaga.

Bahkan, Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat juga turut serta dalam mempromosikan dan melestarikan Belangiran sebagai bagian dari kekayaan budaya Lampung.***

Halaman:

Tags

Terkini