Dentuman meriam dianggap sebagai simbol kegembiraan menyambut bulan Ramadan dan sebagai penanda waktu berbuka puasa.
Selain itu, tradisi ini juga sebagai wujud semangat kebersamaan dan gotong royong warga Pontianak.
Pembuatan meriam karbit biasanya melibatkan para pemuda, mulai dari persiapan bahan hingga pelaksanaan festival.
Walaupun sangat popular di kalangan wisatawan, Festival Meriam Karbit juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kekhawatiran akan keselamatan akibat dentuman yang keras dan penggunaan bahan kimia karbit.
Baca Juga: Ramadan di Kosovo, Tradisi Kebersamaan Keluarga dan Tranformasi Islam di Balkan
Maka untuk mengatasi hal ini, pemerintah setempat dan komunitas lokal terus berupaya meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada peserta agar festival dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi Ramadan yang paling dinanti-nanti di Kota Pontianak.
Dentuman meriam yang menggema di sepanjang Sungai Kapuas bukan hanya menandai waktu berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kegembiraan dan kebersamaan warga Pontianak selama bulan Ramadan.***