lokal

Mengenal Festival Meriam Karbit Ramadan di Kota Pontianak, Menggelegar Hebat di Sepanjang Sungai Kapuas

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:15 WIB
Suasana festival meriam karbit di Kota Pontianak saat Ramadan (RRI)

KLIK SAJA - Salah satu tradisi atraksi unik yang menjadi ikon Kota Pontianak selama bulan Ramadan adalah Festival Meriam Karbit.

Festival rakyat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pontianak dan menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara pada saat bulan Ramadan tiba.

Tradisi ini tidak hanya menambah semarak suasana Ramadan, namun juga menjadi simbol kegembiraan dan kebersamaan warga Pontianak dalam menyambut bulan suci.

Baca Juga: Melihat Potret Suasana Ramadan di Australia, Sangat Multikultural dan Semarak

Mulanya Festival Meriam Karbit berawal dari kebiasaan warga Pontianak yang menggunakan meriam karbit sebagai penanda waktu berbuka puasa di perkampungan di tepi sungai Kapuas.

Meriam karbit merupakan meriam tradisional yang terbuat dari sambungan kayu atau batang kelapa dan menggunakan karbit (kalsium karbida) sebagai bahan bakarnya.

Ketika karbit dicampur dengan air, reaksi kimia yang terjadi menghasilkan gas asetilen, yang kemudian dinyalakan untuk menciptakan suara dentuman yang keras menggelegar.

Konon, tradisi ini bermula dari kebiasaan masyarakat Melayu di Pontianak yang menggunakan meriam untuk mengusir roh-roh jahat atau mengiringi perayaan-perayaan penting jaman dahulu.

barisan meriam meledakkan karbit dengan latar jembatan Sungai Kapuas (amaziing borneo)

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi festival tahunan yang digelar selama bulan Ramadan.

Festival Meriam Karbit biasanya digelar setiap malam selama bulan Ramadan, dan akan lebih semarak pada saat malam-malam terakhir menjelang Idul Fitri.

Lokasi utama festival ini berada di sepanjang Sungai Kapuas, tepatnya di daerah Siantan, Pontianak.

Alasan dipilihnya lokasi pinggiran Sungai Kapuas karena suara dentuman meriam akan bergema lebih keras dan terdengar hingga ke seluruh penjuru kota.

Festival Meriam Karbit ternyata bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi warga kota Pontianak.

Halaman:

Tags

Terkini