lokal

Ribuan Personel Gabungan Siap Kawal Aksi Reuni 411 di Kawasan Istana Negara

Senin, 4 November 2024 | 10:55 WIB
Personel gabung siap amankan Reuni 411 (Humas Polri)

KLIK SAJA - Polri menyatakan bahwa pengamanan aksi reuni 411 yang melibatkan puluhan ormas sedianya akan dikawal 1.904 personel gabungan.

Ribuan personel gabungan tersebut terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait.

“Dalam rangka pengamanan aksi reuni 411 di Patung Kuda hari ini, kami melibatkan 1.904 personil gabungan,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes. Pol. Susatyo Purnomo Condro, Senin (4/11/24).

Kapolres berujar, para personel ditempatkan pada sejumlah titik di sekitar kawasan bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga depan Istana Negara.

Baca Juga: Waspadai Peredaran Obat Terlarang Tramadol dan Eximer di Kalangan Pelajar, Harga Murah Tapi Nyawa Taruhannya

Ia pun menekankan, personel yang terlibat pengamanan dipastikan tidak ada yang membawa senjata dan tetap menghargai massa aksi yang akan menyampaikan pendapatnya.

"Personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Hormati dan hargai saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dimuka umum dengan humanis dan profesional," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan agar bertindak persuasif, humanis serta tak memprovokasi dan terprovokasi.

Menurut Kapolres, para personel juga diminta untuk selalu mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.

Baca Juga: TikToker Gunawan Sadbor Ditangkap Polres Sukabumi, Diduga Promosikan Judol Saat Live TikTok

Di sisi lain, kepada para koordinator lapangan (korlap) dan orator Reuni 411 diminta melakukan orasi dengan santun dan tak memprovokasi massa.

 "Lakukan penyampaian pendapat dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di bundaran Patung Kuda Monas, dan beberapa lokasi lain," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa untuk pengalihan arus lalu lintas, bersifat situasional.

Artinya, rekayasa arus lalu lintas sedianya akan diberlakukan melihat perkembangan dan dinamika situasi di lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini