KLIK SAJA - Jumlah korban tewas dan hilang akibat banjir besar dan tanah longsor yang diakibatkan oleh Badai Tropis Trami di Filipina telah mencapai hampir 130 jiwa
Dilansir dari CBS News Presiden Filipina, Ferdinand Marcos mengatakan bahwa banyak daerah masih terisolasi dengan orang-orang yang membutuhkan penyelamatan pada musibah yang terjadi pada Jumat (25/10/2024).
Badai Tropis Trami menghatam Filipina barat laut pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya 85 orang dan 41 lainnya hilang dalam salah satu badai paling mematikan dan paling merusak di negara kepulauan Asia Tenggara tersebut tahun ini.
Baca Juga: Menteri PKP Maruar Sirait: Rusun Pasar Rumput Manggarai Digratiskan Untuk Korban Kebakaran
Menurut badan tanggap bencana pemerintah, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat seiring masuknya laporan dari daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi.
Puluhan polisi, petugas pemadam kebakaran dan personel darurat lainnya, didukung oleh tiga ekskavator dan anjing pelacak, menggali satu dari dua penduduk desa terakhir yang hilang di kota tepi danau Talisay di provinsi Batangas pada Sabtu (26/10/2024)
Pada lapangan basket di pusat kota, lebih dari selusin peti mati putih diletakkan berdampingan, berisi sisa-sisa jenazah yang ditemukan di tumpukan lumpur, batu-batu besar, dan pohon-pohon yang berjatuhan.
Presiden Ferdinand Marcos, yang memeriksa wilayah lain yang terkena dampak parah di tenggara Manila pada hari Sabtu.
Badai Tropis Trami menyebabkan volume curah hujan yang luar biasa besar pada beberapa wilayah.
Baca Juga: Kemlu RI : Indonesia Mengutuk Serangan Israel ke Iran, Karena Melanggar Hukum Internasional
Tercatat lebih dari 5 juta orang berada di jalur badai, termasuk hampir setengah juta orang yang sebagian besar mengungsi ke lebih dari 6.300 tempat penampungan darurat di beberapa provinsi, kata badan pemerintah tersebut.
Dalam rapat darurat Kabinet, Marcos menyuarakan kekhawatirannya atas laporan peramal cuaca pemerintah bahwa badai tersebut dapat berbalik arah minggu depan karena didorong mundur oleh angin bertekanan tinggi di Laut Cina Selatan.
Sebagai catatan Badai Tropis Trami adalah badai ke – 11 yang menghantam negara Filipina