KLIK SAJA - Jika Anda berkunjung ke Lombok saat bulan Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan khas yang satu ini: Nasi Balap Puyung untuk berbuka puasa.
Sajian sederhana nan lezat ini tidak hanya memanjakan lidah, namun juga memiliki cerita unik di balik namanya.
Hidangan tradisional ini cocok dijadikan menu berbuka puasa, Nasi Balap Puyung menawarkan cita rasa pedas dan gurih yang khas, menggugah selera setelah seharian berpuasa.
Nasi Balap Puyung pada dasarnya merupakan hidangan yang terdiri dari seporsi nasi putih, kacang kedelai goreng, kriuk kentang, dan daging ayam suwir yang dimasak dengan sambal cabai khas Lombok.
Kombinasi tekstur dan rasa yang pas membuat hidangan ini terasaistimewa.
Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan plecing kangkung, sayuran khas Lombok yang dimasak dengan sambal terasi, sehingga menambah kesegaran dan keunikan rasa.
Sensasi pedas dari sambal khas Lombok akan membangkitkan selera setelah seharian berpuasa, sementara ayam suwir dan kriuk kentang memberikan tekstur yang memanjakan lidah.
Kombinasi nasi, kacang kedelai, dan plecing kangkung turut memberikan keseimbangan nutrisi yang pas untuk mengembalikan energi setelah berpuasa.
Cerita Unik Nama Nasi Balap Puyung
Nama "Nasi Balap Puyung" ternyata memiliki cerita menarik dan unik.
Dikisahkan dahulu ada seorang penjual nasi bernama Inaq Esun (Ibu Esun) yang berjualan di Pasar Kebon Roek, Lombok.
Ia memiliki seorang anak yang sangat terkenal dalam kecepatan berlari dan sering memenangkan berbagai lomba lari.
Sebagai bentuk dukungan, Inaq Esun selalu memberikan hadiah makanan gratis kepada setiap para suporter anaknya.