Mengenal Pertunjukan Caci, Perpaduan Keberanian, Ketangkasan dan Sastra Manggarai

photo author
- Rabu, 22 Januari 2025 | 11:05 WIB
Pertunjukkan Seni Caci yang memukau (The Asian Parent)
Pertunjukkan Seni Caci yang memukau (The Asian Parent)

KLIK SAJA - Seni pertunjukan caci adalah salah satu warisan leluhur dan masih dilestarikan oleh orang Manggarai yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Secara tradisi biasanya dipertunjukkan setelah selesai panen, saat peresmian rumah adat dan acara adat lainnya.

Penamaan Caci ini sendiri menurut beberapa sumber berasal dari Bahasa Manggarai yaitu kata “ca” yang berarti “satu” dan kata “ci” yang berarti “satu”.

Baca Juga: Mengenal Permainan Kuno ‘Kemari’ Dari Jepang, Serasa Melihat Ronaldo Berbalut Kimono

Artinya penyerang hanya boleh memukul satu kali, lalu cambuk diserahkan kepada lawan dan selanjutnya penyerang menerima harga untuk menukar posisi dan bersiap untuk serangan lawannya.

Setelah itu duel akan mengembalikan posisi atau bisa juga diserahkan kepada pemain lainnya.

Mereka lalu menggunakan penutup kepala (pangkal) dan pelindung wajah sementara tubuh bagian bawah memakai celana panjang berwarna putih dan sarung songket berwarna hitam khas masyarakat Manggarai.

Para pemain Caci sedang bersiap dalam suatu acara adat
Para pemain Caci sedang bersiap dalam suatu acara adat (Indonesia kaya)

Kemudian ada tambahan aksesoris lain berupa giring-giring yang akan berbunyi nyaring mengikuti gerakan pemain caci.

Cambuk yang dikenal dengan sebutan larik  sebagai senjata untuk menyerang serta prisai (nggiling) untuk menangkis serangan lawan.

Biasanya pertunjukan ini diiringi oleh alunan musik tradisional seperti gong dan gendang   serta nyanyian yang membangkitkan semangat pemain caci untuk mengalahkan lawannya.

Layaknya sebuah pertandingan, para pendukung setiap kelompok memberikan dukungan dan semangat untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

Kemudian ketika memasuki arena para pemain caci terlebih dahulu melakukan pemanasan dengan berlari kecil, seolah menantang lawannya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik.

Pada penampilan ini terdapat aturan dalam menyerang yaitu pukulan cambuk yang dilakukan dari depan ke seluruh bagian tubuh atas serta tidak boleh menyerang bagian bawah tubuh lawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X