Perubahan Iklim Ekstrem Perburuk Bencana Banjir di Valencia, Spanyol

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:18 WIB
Sepasang Remaja saksikan banjir bandang Valencia Spanyol (BBC)
Sepasang Remaja saksikan banjir bandang Valencia Spanyol (BBC)

KLIK SAJA - Banjir bandang dikabarkan melanda wilayah Valencia, Spanyol, dimana dilaporkan korban meninggal mencapai 92 orang, dengan pencarian dan identifikasi korban masih berlangsung.

Bencana ini tentunya menguncang publik Eropa, dimana isu pemanasan global kini telah mengancam negara-negara yang dekat Kutub Utara.

Dilansir dari BBC beberapa ilmuwan  mengatakan bahwa peristiwa ekstrem seperti banjir bandang disebabkan oleh perubahan iklim,

Para peneliti dengan cepat memberi contoh menunjukkan peran peningkatan suhu yang memperburuk banjir di Spanyol.

Baca Juga: Banjir Besar Korbankan 64 Nyawa di Valencia, Laga Valencia vs Real Madrid Terancam Ditunda

"Tidak diragukan lagi, hujan lebat ini diperparah oleh perubahan iklim," ungkap Dr. Friederike Otto dari Imperial College London, yang memimpin sekelompok ilmuwan internasional yang berupaya memahami peran pemanasan global dalam peristiwa semacam ini.

“Setiap kenaikan satu derajat pemanasan bahan bakar fosil dapat menahan lebih banyak uap air, sehingga mengakibatkan curah hujan yang lebih lebat” lanjutnya.

Peneliti cuaca Eropa mengungkapkan kemungkinan penyebab utama hujan deras tersebut adalah peristiwa cuaca alami yang melanda Spanyol pada musim gugur dan dingin.

Orang Spanyol menyebutnya "gota fría" atau tetesan dingin, fenomena ini memperlihatkan udara dingin turun ke perairan hangat Laut Mediterania, yang telah mengalami kondisi sangat panas selama beberapa tahun terakhir.

Udara lembap yang panas di permukaan laut kemudian naik dengan cepat, menyebabkan terbentuknya awan-awan tinggi yang tertiup ke darat dan menghasilkan hujan dalam jumlah besar.

Baca Juga: 5 Kota Destinasi Studi Terbaik Di Spanyol, Pesona Negeri Matador

Para peneliti mengatakan bahwa perubahan iklim secara langsung berdampak pada jumlah hujan yang dibawa awan-awan ini, dengan meningkatkannya hingga 7% untuk setiap kenaikan suhu sebesar 1 derajat Celcius.

Saat hujan mulai turun, intensitasnya meningkat pada tanah yang tidak mampu menyerap air dalam jumlah besar.

“Selain meningkatnya curah hujan ekstrem, kita juga mengalami musim panas yang lebih panas yang dapat membakar tanah dan mengurangi kemampuannya untuk menyerap air,” ungkap Prof. Mark Smith, dari Universitas Leeds.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X