klikSAJA.id,--Karya film pendek MAN 4 Sleman patut diberi jempol. Meski dibesut oleh anak yang masih berstatus siswa ini, namun karyanya sudah ditawari untuk ditayangkan oleh dua tv nasional.
Berawal dari tawaran salah satu rumah produksi untuk menjadikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menjadi salah satu tempat pengambilan gambar sebuah film nasional, dan keterlibatan peserta didik menjadi figuran pada proyek ini, para siswa tertarik mengikuti lomba film pendek dan dikerjakan dengan penuh kesungguhan.
Hasil kerja keras siswa berbuah manis. Berbekal kemampuan otodidak film garapan siswa MAN 4 Sleman mendapat tawaran dari beberapa stasiun TV untuk ditampilkan versi panjangnya agar dapat menginspirasi para sineas muda untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Baca Juga: Empat Cara Menjaga Imun Tubuh Selama Musim Hujan
Bagaimana kisah para sineas muda asal MAN 4 Sleman ini memproduksi film pertama mereka? Begini cerita Ivan, Sutradara Film Sang Penjaga Repoeblik Djogjakarta ini.
"Kami awalnya mendapat tugas dari sekolah untuk membuat film pendek yang akan diikutsertakan dalam perlombaan film. Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi sutradara. Teman-teman juga sepertinya serius menggarap film ini. Dan akhirnya di tingkat kabupaten kita menang," katanya Sabtu (5/2/2023) lalu.
Baca Juga: Tips Motor Terendam Banjir
Menurutnya, saat ini pihaknya menunggu jadwal untuk perlombaan lanjutan di tingkat provinsi. Beberapa hari lalu dikabarkan bahwa ada dua stasiun TV yang menawarkan penayangan film ini tapi durasinya ditambah agar sesuai dengan kebutuhan stasiun TV.
"Yang lalu kurang lebih 20 menitan, Mas. Kebutuhan dari stasiun TV untuk penayangan 1 jam tapi sudah termasuk iklan di TV nya jadi kebutuhannya sekitar 35 sampai 40 menitan," tambah Ivan.
Menurutnya ide cerita dari Pak Awang. Film ini bercerita tentang perjuangan Adi Sucipto dan Adi Sumarmo saat melawan Belanda. Lalu kami olah dan memilih beberapa peran yang dibutuhkan, latihan dialog, dan langsung shooting.
Baca Juga: Sastra UMI Jalin Kerjasama dengan Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Prosesnya cukup singkat namun hasilnya cukup memuaskan. "Teman-teman bisa menghayati peran yang saya lihat ya sudah seperti pemain profesional," kata dia.
Untuk kebutuhan di TV pihaknya tetap akan menampilkan cerita yang lalu, selanjutnya akan shooting untuk tambahan ceritanya. Tentu saja dengan garapan yang lebih menarik dan dibuat lebih menantang untuk mengeksplore bakat akting teman-temannya.
Jumlah pemain yang terlibat awalnya sekitar 40-an orang. Namun untuk garapan kedua ini hanya belasan aktor saja.