Film ini juga menampilkan lagu-lagu musikal yang memperkuat momen emosional.
Karena itu, penonton yang menyukai film coming-of-age dengan unsur musik kemungkinan akan lebih mudah menikmati ceritanya.
Film Ini Terinspirasi dari Kisah Nyata
Salah satu fakta menarik tentang Don’t Say Good Luck adalah ceritanya terinspirasi pengalaman nyata penulis Laura Hankin.
Hankin pernah mendapatkan peran utama dalam musikal sekolah ketika ibunya sedang menghadapi kanker terminal.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar cerita yang dikembangkan menjadi film.
Karena berasal dari pengalaman personal, konflik keluarga dalam film terasa lebih spesifik dan emosional.
Sutradara Julia Hart dan Jordan Horowitz kemudian mengembangkan cerita tersebut bersama Hankin menjadi skenario film.
Latar belakang ini membuat tema tentang keluarga, kehilangan, seni, dan proses menjadi dewasa terasa semakin kuat.
Bukan Film Sedih Sepanjang Waktu
Meski membawa tema kanker dan kemungkinan kehilangan orang terdekat, Don’t Say Good Luck tidak sepenuhnya menjadi film yang muram.
Netflix memasukkannya ke dalam kategori comedy, drama, music, teen, dan tearjerker.
Momen komedi muncul melalui kehidupan Sophie di sekolah, hubungan pertemanan, serta karakter-karakter pendukung.
Humor tersebut berfungsi sebagai penyeimbang agar cerita tidak terasa terlalu berat dari awal hingga akhir.
Perpaduan humor dan drama membuat film memiliki nuansa coming-of-age yang lebih hangat.
Jadi, penonton tetap bisa menikmati sisi ringan film sebelum akhirnya dibawa menuju bagian yang lebih emosional.