Selama rehabilitasi, Onad bertemu dengan pasien lain yang memiliki cerita serupa.
Ia mengungkapkan, beberapa bahkan sampai lupa nama diri sendiri akibat penggunaan narkoba yang berkepanjangan.
Interaksi ini memberinya perspektif baru tentang efek destruktif narkoba.
Selain itu, pengalaman bersama ini membuat Onad semakin menyadari pentingnya dukungan lingkungan dalam proses penyembuhan.
Baca Juga: Gedung Baru PCNU Kota Semarang Diresmikan, Siap Jadi Rumah Besar Aktivitas Warga Nahdliyin
Ia belajar bahwa pemulihan bukan hanya soal menghentikan kebiasaan, tapi juga memahami kondisi psikologis yang mendasarinya.
Momen ini menjadi cerminan penting tentang bagaimana narkoba bisa mengubah identitas seseorang.
Konsultasi Psikologis yang Mengungkap Gejala Tersembunyi
Onad sempat berkonsultasi dengan psikolog di panti rehabilitasi untuk memahami gejala yang dialami.
Dari sesi tersebut, ia baru mengetahui bahwa penggunaan narkoba bukan semata hiburan atau rekreasi.
"Aku kulik, apa sih yang ada di diriku. Oh ternyata bukan recreation katanya," ujarnya.
Proses ini membantunya mengenali pola pikir dan emosinya secara lebih jelas.
Terapi psikologis juga membuka wawasan Onad tentang dinamika emosional dan perilaku yang selama ini tidak ia sadari.
Dengan pemahaman baru ini, Onad bisa mulai bekerja pada akar masalahnya.