Sindrom Peter Pan yang Teridentifikasi
Hasil terapi menunjukkan bahwa Onad mengalami sindrom Peter Pan, kondisi psikologis di mana seseorang sulit melepaskan fase usia mudanya.
"Aku tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun," tegasnya.
Sindrom ini biasanya membuat individu menolak tanggung jawab dewasa dan tetap terikat pada kenangan masa muda.
Baca Juga: Rencana Liburan Tak Terwujud, Keanu Agl Cerita Duka Atas Meninggalnya Lula Lahfah
Onad menyadari bahwa kesulitan ini berkontribusi pada pola perilaku destruktifnya.
Mengetahui hal ini menjadi titik balik bagi Onad untuk mulai menghadapi fase kehidupan yang lebih dewasa.
Kesadaran ini juga membantu mengarahkan proses pemulihan narkobanya secara lebih efektif.
Sulit Memahami Arti Dewasa
Berdasarkan buku The Peter Pan Syndrome (Kiley, 1983), sindrom Peter Pan umumnya muncul pada pria yang kesulitan menghadapi arti menjadi dewasa.
Dr. Dan Kiley menjelaskan bahwa faktor keluarga, khususnya pola asuh ayah, berperan penting.
Anak laki-laki membutuhkan bimbingan ayah untuk belajar batasan, disiplin, dan perilaku sosial yang tepat.
Baca Juga: Ressa Rizky Rosano Jadi Sorotan Publik, Denada Akui Anak Kandung dan Persoalan Hukum Berlanjut
Jika ayah acuh atau dingin, anak bisa beralih ke ibu yang mungkin terlalu memanjakan.
Kombinasi ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berkembang secara emosional dan sosial.
Artikel Terkait
Review Film Born to Fight (2004), Aksi Polisi Rahasia Thailand Gagalkan Teror Milisi Bersenjata
Review Film Giant Snake in Yellow River (2023) Kisah Horor Peti Mati Misterius Terapung di Sungai Kuning
Mengenal Dougy Mandagi Vokalis The Temper Trap, Musisi Indonesia yang Telah Mendunia
Detail Petunjuk Kecil No Tail to Tell Episode 1–2 yang Sering Terlewat Penonton
No Tail to Tell Episode 1–2: Penonton Curiga pada Tokoh yang Jarang Disorot Ini