Menurut praktisi hukum, gambaran Pro Bono cenderung disederhanakan agar fokus cerita tidak terpecah.
Namun, etika persidangan yang ditampilkan masih sesuai dengan praktik umum.
Tidak ada adegan berlebihan seperti teriakan dramatis atau konflik fisik yang sering muncul di drama hukum lain.
5. Keadilan yang Terasa Lebih Dekat di Drama
Salah satu kritik terbesar terhadap drama hukum adalah kecenderungan menghadirkan keadilan yang “terlalu ideal”.
Pro Bono mencoba mengambil jalan tengah. Tidak semua kasus berakhir manis, dan tidak semua pihak mendapatkan keadilan sempurna.
Menurut praktisi hukum, pendekatan ini justru lebih mendekati realita.
Dunia hukum tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan semua pihak.
Dengan menampilkan hasil yang abu-abu, Pro Bono terasa lebih jujur.
Realistis atau Tidak?
Pro Bono memang melakukan penyederhanaan demi kepentingan cerita.
Namun, dibanding banyak drama hukum lain, ia dinilai lebih berhati-hati dalam menggambarkan proses hukum.
Menurut praktisi hukum, drama ini cukup berhasil menyampaikan gambaran umum dunia hukum tanpa jatuh ke dramatisasi berlebihan.