Menurut praktisi hukum, gambaran Pro Bono cenderung disederhanakan agar fokus cerita tidak terpecah.
Namun, etika persidangan yang ditampilkan masih sesuai dengan praktik umum.
Tidak ada adegan berlebihan seperti teriakan dramatis atau konflik fisik yang sering muncul di drama hukum lain.
5. Keadilan yang Terasa Lebih Dekat di Drama
Salah satu kritik terbesar terhadap drama hukum adalah kecenderungan menghadirkan keadilan yang “terlalu ideal”.
Pro Bono mencoba mengambil jalan tengah. Tidak semua kasus berakhir manis, dan tidak semua pihak mendapatkan keadilan sempurna.
Menurut praktisi hukum, pendekatan ini justru lebih mendekati realita.
Dunia hukum tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan semua pihak.
Dengan menampilkan hasil yang abu-abu, Pro Bono terasa lebih jujur.
Realistis atau Tidak?
Pro Bono memang melakukan penyederhanaan demi kepentingan cerita.
Namun, dibanding banyak drama hukum lain, ia dinilai lebih berhati-hati dalam menggambarkan proses hukum.
Menurut praktisi hukum, drama ini cukup berhasil menyampaikan gambaran umum dunia hukum tanpa jatuh ke dramatisasi berlebihan.
Artikel Terkait
Prediksi Konflik Episode 11-12 dan Klimaks Drakor Pro Bono, Apa yang Terjadi?
Review Film Teenage Mutant Ninja Turtles (1990), Waralaba Pertama Aksi Empat Sekawan Kura-Kura Ninja yang Legendaris
Review Film The Fate of the Furious (2017), Seri Paling Tergokil dan Spektakuler, Bukan Sekedar Kejar-Kejaran Mobil Semata
Review Film The Fearless Hyena (1979), Debut Awal Jackie Chan Menjadi Sutradara Legendaris Aksi Laga Khas Hongkong
Review Film Fearless Hyena II (1983), Karya Jackie Chan yang Kontroversial Namun Tetap Seru dan Gokil