Aksi yang disajikan cukup intens, terutama pada adegan pertempuran antara murid Kunwu Pavilion dan sang iblis pohon.
Efek visualnya mungkin bukan yang paling megah dan tidak kaleng-kaleng dalam jajaran film fantasi modern, namun tetap memberikan nuansa magis yang solid.
Tan Xin Zer dan Liu Yi Yan tampil meyakinkan, terutama dalam menggambarkan hubungan guru–murid dan tekad mereka untuk mengubah takdir melalui perjalanan waktu.
Elemen time loop tiga hari sebelum kehancuran menjadi kekuatan utama film ini.
Penonton dibuat penasaran bagaimana Xuntan dan Qing Ling’er berupaya menyusun strategi, mencegah tragedi, dan menaikkan tensi cerita sedikit demi sedikit.
Meski alur terkadang bergerak cepat, cerita tetap mudah diikuti dan cukup memikat bagi penggemar fantasi wuxia.
Secara keseluruhan, Desert Dragon adalah tontonan menarik bagi pecinta aksi fantasi Tiongkok yang menyukai pertarungan magis, konflik antara manusia dan iblis, serta sentuhan perjalanan waktu yang memberikan twist berbeda dari cerita bergenre serupa.***