Namun kemudian diketahui bahwa dalang sebenarnya adalah Ra’s al Ghul—yang ternyata masih hidup.
Ra’s mencuri alat pemancar gelombang mikro untuk menguapkan air kota dan menyebarkan obat Crane ke seluruh Gotham.
Dalam klimaksnya, Batman menghadapi Ra’s di monorel kota, sementara Gordon menghancurkan rel untuk menghentikan rencana tersebut.
Batman selamat, tetapi Ra’s tewas dalam kecelakaan itu. Bruce kemudian mengambil alih Wayne Enterprises dan menunjuk Fox sebagai pemimpin baru.
Gordon dipromosikan menjadi Letnan dan memperkenalkan Bat-Signal kepada Batman, sekaligus memberi petunjuk tentang penjahat baru yang meninggalkan kartu Joker.
Review
Batman Begins adalah film yang berhasil menghidupkan kembali waralaba Batman dengan pendekatan yang lebih realistis, gelap, dan matang.
Christopher Nolan membangun dunia Gotham yang terasa hidup, mentah, dan penuh korupsi, menjadikannya latar yang sempurna bagi transformasi Bruce Wayne menjadi Batman.
Christian Bale tampil kuat sebagai Batman, memadukan sisi rapuh Bruce Wayne dengan kegigihan sang vigilante.
Chemistry-nya dengan Michael Caine sebagai Alfred terasa hangat dan penuh emosi, menambah kedalaman karakter.
Villain utama film ini, Ra’s al Ghul yang diperankan aktor kawakan Liam Neeson dan Scarecrow, tidak hanya menjadi ancaman fisik, tetapi juga ideologis—menjadikan konflik terasa lebih cerdas dan personal.
Musik garapan Hans Zimmer dan James Newton Howard menambah intensitas film, menjadikannya semakin epik.
Secara keseluruhan, Batman Begins bukan hanya film superhero, tetapi juga drama karakter yang kokoh dan kaya makna.
Film ini membuka jalan bagi trilogi Dark Knight yang diakui sebagai salah satu trilogi superhero terbaik sepanjang masa.***