KLIK SAJA - Film ini mengikuti Anto, Dimas, dan Indra tiga sahabat yang hidupnya amburadul akibat tekanan ekonomi.
Anto butuh mahar besar untuk menikahi Andini, Dimas berjuang mempertahankan bisnis ibunya, dan Indra terjerat pinjol sampai napas pun rasanya dicicil.
Semua berubah ketika mereka menemukan buku pesugihan milik kakek Indra.
Ritualnya absurd tak minta tumbal manusia, cukup sate dari burung gagak.
Baca Juga: Review Film 'Now You See Me: Now You Don’t' (2025): Trik, Twist, dan Aksi Spektakuler
Percobaan pertama menghadirkan pembeli gaib yang super lapar, dan dari sana hidup mereka berubah, meski perlahan berubah pula jadi mimpi buruk.
Horor dan Komedi yang Tak Pernah Seimbang
Alih-alih menakut-nakuti terus, film ini sering menggoda penonton dengan tawa kecil yang muncul di momen paling tak terduga.
Dialognya renyah, timing komedinya natural, dan horornya bukan tipe yang memburu kengerian melainkan yang bikin geleng-geleng karena “ya ampun, kok begini banget?”.
Perpaduan ini membuat penonton merasa seperti melihat kehidupan sehari-hari yang diberi bumbu mistik berlebihan, tapi tetap relatable.
Trio Pengangguran yang Terlalu Natural untuk Tidak Disukai
Ardhit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benedictus Siregar tampil sebagai trio yang sialnya kebangetan, tapi justru menyenangkan untuk diikuti.
Interaksi mereka terasa organik, layaknya sahabat yang sudah terlalu sering kena masalah bareng.