entertainment

Review Film 'Pangku' (2025): Reza Rahadian Hadirkan Kisah Cinta di Kedai Kopi Pantura yang Penuh Luka dan Harapan

Selasa, 28 Oktober 2025 | 04:56 WIB
Film Pangku karya Reza Rahadian menghadirkan kisah sederhana namun menyentuh tentang cinta, kehilangan, dan kehidupan di kedai kopi pinggir jalan Pantura (IMDb)


KLIK SAJA - Dibintangi Claresta Taufan dan Fedi Nuril, film pangku ini mengajak penonton menyesap hangatnya kisah cinta dua insan yang dipertemukan oleh nasib.

Reza Rahadian, yang selama ini dikenal sebagai aktor serba bisa, kembali menantang dirinya lewat kursi sutradara dalam film terbarunya berjudul Pangku.

Film ini mengisahkan Sartika, seorang janda satu anak yang menjalankan kedai kopi kecil di jalur Pantura—tempat para sopir truk singgah melepas lelah dan menyeruput secangkir kopi panas di tengah malam panjang.

Sartika diperankan dengan begitu alami oleh Claresta Taufan, aktris muda yang sukses memancarkan kehangatan sekaligus kesepian dalam satu tatapan.

Baca Juga: Review Film Hellboy (2019), Kisah Anak Neraka yang Melindungi Umat Manusia dari Serangan Iblis

Hidupnya berubah ketika ia bertemu Hadi (diperankan Fedi Nuril), seorang sopir truk yang kerap berhenti di kedai pangku untuk menikmati kopi dan berbagi kisah jalanan.

Pertemuan Dua Luka: Sartika dan Hadi

Pertemuan mereka bukan kisah cinta instan. Reza Rahadian mengemasnya perlahan—seperti seduhan kopi yang menunggu waktu pas untuk dinikmati.

Sartika membawa luka kehilangan suami yang meninggal karena kecelakaan, sementara Hadi menyimpan penyesalan masa lalu yang tak pernah ia ceritakan.

Dari obrolan ringan di malam yang sunyi, tumbuhlah kehangatan yang tak mereka sadari berubah menjadi cinta.

Namun di balik rasa itu, ada benturan antara kenyataan dan perasaan: masyarakat sekitar yang memandang janda dengan stigma, dan perjalanan hidup sopir truk yang tak pernah punya kepastian arah.

Baca Juga: Review Film Top Gun (1986), Ketika Tom Cruise Terbang Mengangkasa dengan Pesawat Tempur Canggih

Sentuhan Reza Rahadian: Lembut, Humanis, dan Jujur

Reza Rahadian berhasil menampilkan sisi humanis kehidupan pinggir jalan tanpa harus terjebak dalam stereotip murahan.

Halaman:

Tags

Terkini