Film ini mempertemukan dua aktor kawakan, Frank Grillo dan Bruce Willis, dalam alur cerita yang seharusnya menjanjikan ketegangan.
Grillo berperan sebagai Jacob yang dihantui trauma, sementara Willis memerankan James, mantan polisi yang tampak sudah lelah namun masih memiliki insting tajam.
Sayangnya, penampilan Willis terasa sangat minimal, seringkali hanya hadir dalam adegan konsultasi di rumahnya, seolah ia hanya singgah sebentar untuk mengumpulkan bayaran.
Ini membuat dinamika yang seharusnya kuat antara Jacob dan James terasa kurang maksimal.
Meskipun begitu, Reprisal berhasil menyajikan beberapa adegan aksi yang cukup intens dan menegangkan.
Film ini berfokus pada upaya Jacob untuk melakukan balas dendam (atau reprisal) dan melindungi keluarganya, menciptakan konflik batin yang menarik.
Keberanian Jacob dalam mengambil tindakan ekstrem untuk melindungi orang yang dicintainya menjadi inti cerita.
Namun, meskipun plot dasarnya menarik, eksekusi penceritaan terkadang terasa tergesa-gesa dan dipenuhi klise khas film thriller kelas-B.
Bagi penggemar aksi yang mencari tontonan ringan dengan baku tembak yang cukup memuaskan, film ini bisa menjadi pilihan.
Akan tetapi, bagi mereka yang mengharapkan plot orisinal dan karakterisasi mendalam, Reprisal mungkin akan terasa biasa saja. Secara keseluruhan, ini adalah film aksi-thriller yang cukup menghibur namun mudah terlupakan.
Durasi film yang ringkas memastikan alur bergerak cepat, dari perampokan awal hingga klimaks yang penuh tembakan.
Rating Film
4.2/10.***