KLIK SAJA - Kisah bermula dari insiden kecil di malam hari. Eghbal (Ebrahim Azizi) yang sedang dalam perjalanan dengan istrinya yang hamil, tanpa sengaja menabrak seekor anjing hingga mobilnya rusak.
Ia kemudian singgah ke bengkel terdekat untuk perbaikan.
Di bengkel itulah ia bertemu Vahid (Vahid Mobasseri), seorang mantan tahanan politik.
Suara derit kaki palsu Eghbal seketika membangkitkan trauma Vahid.
Vahid merasa yakin suara itu adalah milik penyiksanya yang kejam di penjara, meskipun saat disiksa matanya selalu tertutup.
Pertemuan yang seharusnya biasa saja ini pun berubah menjadi drama psikologis intens yang mempertaruhkan moralitas dan dilema hidup-mati.
Vahid menculik Eghbal dan meminta bantuan mantan tahanan politik lainnya untuk memastikan identitas sang penyiksa masa lalu, memicu perdebatan sengit tentang arti keadilan dan balas dendam.
Review Film
Film asal Prancis-Iran yang disutradarai oleh maestro Jafar Panahi ini sukses besar dengan meraih penghargaan tertinggi Palme d'Or di Festival Film Cannes 2025.
Kemenangan tersebut jelas bukan kebetulan, mengingat film ini resmi dikirim Prancis untuk bersaing di Academy Awards 2026.
Baca Juga: Review Film ‘Ip Man’ (2008), Ketika Donnie Yen Perankan Grandmaster Wing Chun Gurunya Bruce Lee
It Was Just An Accident menawarkan narasi yang tenang namun memiliki kekuatan emosional dan politik yang mengguncang.
Panahi, yang dikenal vokal mengkritik rezim Iran, dengan cerdas meramu ketegangan lewat dialog dan situasi, alih-alih aksi laga bombastis.