Dalam kesempatan lain, Agnez Mo juga turut hadir dalam audiensi yang berkaitan dengan karya musik mereka.
Hal ini ditambah dengan rencana pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Hak Cipta, sehingga Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa kehadiran mereka memberikan sudut pandang tambahan dari perspektif para penyanyi.
Saat menemui media, Armand Maulana mengatakan jika VISI dibentuk di atas kesepakatan puluhan penyanyi di Indonesia.
“Alhamdulillah kan kemarin kumpul, terus saya ngomong sama Mama Ina (Vina Panduwinata) dan ternyata dari dulu sampai sekarang belum ada serikat penyanyi, belum ada,” ujar Arman.
“Makanya kita-kita kemarin terkumpul lah sekian puluh penyanyi, akhirnya terjadilah VISi, Vibrasi Suara Indonesia,” imbuh vokasi band GIGI tersebut.
VISI Bukan untuk Menandingi AKSI
Armand menyatakan bahwa VISI didirikan dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada pemerintah.
Baca Juga: Aktris Korsel Kim Sae-ron Ditemukan Tewas Misterius di Rumahnya, Tidak Ada Tanda Kekerasan
“Kami hadir di sini untuk memberikan saran kepada pemerintah, bahwa ada perspektif dari para penyanyi juga,” kata Armand.
Dia juga menambahkan bahwa di dalam VISI terdapat anggota yang merupakan penyanyi dan komposer lagu.
“Di VISI juga terdapat penyanyi komposer, seperti Kunto Aji, Ariel, saya, dan BCL yang cukup terkenal,” tambahnya.
“Nggak ada tanding-tandingan, ini kan penyanyi kumpul untuk memberikan masukan pada pemerintah,” tambahya.
Masukan dari Para Musisi untuk Revisi Undang-Undang Hak Cipta
Dalam video yang diunggah oleh Supratman, ia menjelaskan jika diskusi dilakukan karena DPR sedang menginisiasi revisi Undang-Undang Hak Cipta.