entertainment

Review Film The Last Duel (2021): Tarian Maut Terakhir yang Mengungkap Kebenaran di Abad Pertengahan Prancis

Senin, 6 Januari 2025 | 14:30 WIB
Poster Film The Last Duel (2021) (maactioncinema.com)

KLIK SAJA - The Last Duel (2021) adalah film drama sejarah yang disutradarai oleh Ridley Scott, berdasarkan buku non-fiksi karya Eric Jager dengan judul yang sama. Film ini dibintangi oleh Matt Damon, Adam Driver, Jodie Comer, dan Ben Affleck.

Berlatar di Prancis pada abad ke-14, film ini menceritakan kisah Jean de Carrouges (Damon) dan Jacques Le Gris (Driver), dua sahabat yang menjadi musuh bebuyutan setelah Marguerite de Carrouges (Comer), istri Jean, menuduh Le Gris telah memperkosanya.

Perselisihan mereka mencapai puncaknya dalam duel yudisial, sebuah pertarungan sampai mati yang disetujui oleh Raja Charles VI (Affleck).

The Last Duel tidak hanya menyajikan aksi pertarungan yang mendebarkan, tetapi juga mengangkat isu-isu penting tentang kebenaran, perspektif, dan posisi perempuan di masyarakat abad pertengahan.

Baca Juga: Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas

Tiga Sudut Pandang yang Berbeda

Film ini diceritakan dalam tiga babak, masing-masing dari sudut pandang Jean de Carrouges, Jacques Le Gris, dan Marguerite de Carrouges. Setiap babak menceritakan kembali peristiwa yang sama, tetapi dengan interpretasi yang berbeda, mencerminkan bagaimana ingatan dan persepsi dapat memengaruhi kebenaran.

  • Kebenaran Menurut Jean: Jean de Carrouges digambarkan sebagai seorang ksatria yang gagah berani dan setia, tetapi juga keras kepala dan mudah marah. Ia merasa dikhianati oleh Le Gris, yang dulunya adalah sahabatnya. Versi Jean tentang peristiwa tersebut menggambarkan Le Gris sebagai seorang pengecut dan penipu yang memanfaatkan kepercayaannya.
  • Kebenaran Menurut Jacques: Jacques Le Gris digambarkan sebagai seorang pria yang cerdas, karismatik, dan disukai banyak orang. Versinya tentang peristiwa tersebut menggambarkan interaksinya dengan Marguerite sebagai hubungan suka sama suka, dan ia menyangkal tuduhan pemerkosaan. Ia melihat dirinya sebagai korban fitnah dan intrik politik.
  • Kebenaran Menurut Marguerite: Babak ini memberikan suara kepada Marguerite, yang sebelumnya hanya menjadi objek dalam cerita para pria. Versinya tentang peristiwa tersebut dengan jelas menggambarkan pemerkosaan yang ia alami, dan ia menghadapi penolakan dan keraguan dari masyarakat sekitarnya. Ia berani melawan norma-norma sosial dan mempertaruhkan nyawanya untuk membela kebenaran.

Puncak film ini adalah duel yudisial antara Jean dan Jacques. Pertarungan tersebut digambarkan dengan brutal dan realistis, mencerminkan kekerasan dan kekejaman zaman tersebut. 

Baca Juga: Review Film Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018): Terobosan Animasi dan Kisah Spider-Man yang Segar

Perspektif, Kebenaran, dan Posisi Perempuan

The Last Duel bukan sekadar film tentang duel atau pertarungan. Film ini mengangkat isu-isu yang lebih dalam tentang perspektif, kebenaran yang subjektif, dan posisi perempuan dalam masyarakat patriarki.

Struktur penceritaan tiga babak memungkinkan penonton untuk melihat peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda, menunjukkan bagaimana ingatan dan bias dapat memengaruhi persepsi kita tentang kebenaran.

Film ini juga menyoroti betapa sulitnya bagi perempuan untuk didengar dan dipercaya di masyarakat abad pertengahan, di mana suara dan pengalaman mereka sering diabaikan atau diremehkan. Marguerite de Carrouges adalah sosok yang kuat dan berani yang melawan sistem yang menindasnya, dan keberaniannya menjadi inti dari pesan film ini.

Halaman:

Tags

Terkini