KLIK SAJA - Dalam dunia teater, istilah "Ghostlight" bukan sekadar lampu yang dibiarkan menyala di panggung kosong. Ia adalah simbol penghormatan bagi para seniman yang telah tiada, sebuah penanda bahwa semangat mereka tetap hadir di setiap sudut teater.
Tradisi ini, yang telah berlangsung selama berabad-abad, kini diangkat ke layar lebar melalui film Ghostlight (2024).
Disutradarai dengan berani oleh Alex Thompson dan Kelly O'Sullivan, Ghostlight tidak hanya menghadirkan kisah yang menyentuh tentang duka dan pemulihan, tetapi juga memberikan penghormatan yang mendalam kepada dunia teater.
Film berdurasi 1 jam 55 menit ini secara kontemporer mengadaptasi tema-tema dari drama klasik karya Henrik Ibsen, Ghosts, untuk menceritakan kisah yang relevan dengan kehidupan modern.
Baca Juga: Review Film One More Shot (2024), Serasa Nonton Langsung Aksi Heroik Scott Adkins
Ketika Seni Menjadi Obat Luka
Ghostlight berpusat pada Jack (Keith Kupferer), seorang pekerja konstruksi di Chicago yang tengah berduka atas kehilangan istrinya. Ia digambarkan sebagai sosok yang pendiam, penyendiri, dan kesulitan memproses kesedihannya.
Hubungannya dengan putrinya, Daisy (Katherine Mallen Kupferer), juga renggang karena keduanya sama-sama berjuang dengan kehilangan tersebut.
Suatu hari, secara kebetulan, Jack bertemu dengan kelompok teater komunitas yang sedang mempersiapkan pementasan drama Ghosts karya Ibsen.
Tanpa rencana, Jack menawarkan diri untuk bergabung. Awalnya hanya untuk mengisi kekosongan, keterlibatannya dalam teater mulai berdampak signifikan. Peran yang diberikan kepada Jack dalam Ghosts beresonansi dengan situasinya.
Melalui latihan dan interaksi dengan anggota teater, termasuk Rita (Dolly De Leon), Jack mulai membuka diri dan menghadapi emosinya. Teater menjadi ruang aman baginya untuk mengekspresikan diri dan terhubung dengan orang lain.
Hubungannya dengan Daisy pun perlahan membaik seiring perubahan positif pada dirinya.
Baca Juga: Review Film Culpa Mía/My Fault(2023): Ketika Cinta dan Keluarga Berada di Garis Batas