entertainment

Review Film Maria (2024): Pengasingan Sang Diva

Minggu, 29 Desember 2024 | 16:29 WIB
Poster film Maria (2024) yang diperankan oleh Angelina Jolie (IMDb)

Baca Juga: Review Film Challengers (2024): Antara Cinta, Persahabatan, dan Ambisi di Tengah Lapangan Tenis

Angelina Jolie Sukses Menghidupkan Kembali Sang Diva

Penampilan Angelina Jolie sebagai Maria Callas adalah salah satu daya tarik utama film ini. Jolie berhasil menghidupkan karakter Callas dengan nuansa yang halus dan kompleks. Ia tidak hanya meniru penampilan fisik Callas, tetapi juga berhasil menangkap emosi dan kerapuhan yang tersembunyi di balik sosok diva yang kuat.

Salah satu adegan yang paling berkesan adalah saat Maria membayangkan “Anvil Chorus” dari Il Trovatore karya Verdi di sebuah alun-alun besar di luar Museum Seni Modern di Paris. Anggota paduan suara turun dari platform besar dekat Menara Eiffel menuju Maria. Pemandangan yang spektakuler dan menakjubkan!

Adegan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menunjukkan kemampuan Jolie dalam menyampaikan emosi dan imajinasi Maria yang meluap. Ini bisa dibilang salah satu penampilan terbaik Jolie dalam satu dekade terakhir, menunjukkan kedalaman aktingnya yang luar biasa.

Baca Juga: Review Film Being Maria (2024), Festival Film Cannes, Kontroversi, dan Luka Maria Schneider di Balik Layar!

Sentuhan Magis Pablo Larraín

Pablo Larraín dikenal dengan gaya penyutradaraannya yang khas, yang sering kali berfokus pada sisi psikologis tokoh-tokohnya.

Dalam Maria, ia sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam membangun atmosfer yang kuat dan intim. Ia berhasil membawa penonton larut dalam halusinasi dan pengasingan sang diva.

Kostum yang dikenakan Jolie, tata rambut, dan setting Paris di era 1970-an dihadirkan dengan detail yang memukau, membawa penonton kembali ke masa kejayaan opera.

Penggunaan musik opera Callas yang ikonik juga sangat efektif dalam memperkuat adegan dan menyampaikan emosi yang mendalam. Larraín dengan cerdas memanfaatkan elemen-elemen ini untuk menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Salah satu trivia menarik tentang film ini adalah karakter Aristotle Onassis. Pengusaha Yunani yang kaya raya ini ternyata menjadi inspirasi bagi salah satu karakter dalam serial komik Tintin, yaitu Rastapopoulos. Kesamaan antara keduanya terletak pada kekayaan, kekuasaan, dan gaya hidup mereka yang mewah.

Film ini juga merefleksikan tema-tema universal seperti ketenaran, cinta, kehilangan, dan identitas. Bagaimana seorang legenda seperti Maria Callas menghadapi kesendirian dan merenungkan warisan yang ditinggalkannya menjadi inti dari cerita ini.

Maria (2024) menjadi sebuah potret yang intim dan menyentuh tentang seorang wanita yang ikonik. Dengan penampilan yang luar biasa dari Angelina Jolie dan penyutradaraan yang brilian dari Pablo Larraín, film ini berhasil menghadirkan sebuah karya biografi yang berkesan.

Satu yang patut disayangkan adalah tumbukan dengan film Being Maria yang menceritakan sosok Maria Schneider. Semoga penonton tidak terkecoh dengan kedua film se-tema ini.

Halaman:

Tags

Terkini