KLIK SAJA - Disutradarai oleh Steven C. Miller dan ditulis oleh Matthew Kennedy, Werewolves (2024) mencoba memberikan sentuhan baru pada mitos manusia serigala.
Alih-alih mengandalkan cerita rakyat dan kutukan, film ini memilih pendekatan ilmiah dengan menghubungkan transformasi manusia menjadi serigala dengan fenomena supermoon dan mutasi genetik.
Film berdurasi 1 jam 33 menit ini dibintangi oleh Frank Grillo, yang kembali ke genre aksi dengan sentuhan horor.
Tidak begitu memuaskan karena skor di IMDb hanya 4.7/10, para kritikus lebih menyoroti lemahnya visual efek atau CGI yang digunakan pada film yang dirilis pada 6 Desember 2024 ini.
Padahal, secara premis Werewolves yang menggabungkan sains dan horor terlihat cukup potensial. Namun, eksekusinya tidak sepenuhnya memuaskan.
Baca Juga: Review Film The Ministry of Ungentlemanly Warfare (2024), Cikal-Bakal Sosok James Bond
Ide Cerita yang Fresh dan Mengesampingkan Mitos
Werewolves mengambil langkah berani dengan meninggalkan interpretasi tradisional manusia serigala.
Film ini berani menawarkan penjelasan "ilmiah" di balik transformasi tersebut. Fenomena supermoon yang memicu mutasi genetik massal menjadi pemicu utama perubahan manusia menjadi makhluk buas.
Konsep ini memberikan nuansa yang lebih modern dan segar, meskipun tetap mempertahankan elemen horor yang mendebarkan.
Dari sudut pandang Wesley (Frank Grillo), kita melihat bagaimana kekacauan global dipicu oleh fenomena ini, mengubah dunia dalam semalam. Jutaan nyawa melayang, dan Wesley, seperti banyak orang lainnya, harus beradaptasi dengan realitas baru yang mengerikan.
Baca Juga: Review Film Rob Peace (2024), Pengingat Bahwa Anak Bukan Aset, Anak Bukan Kavaleri