Mengenal Sistem Juri di Amerika Serikat
Film Juror #2 memperkenalkan kepada penonton sistem peradilan di Amerika Serikat yang menggunakan dua belas orang terpilih untuk ikut memutuskan hasil sengketa hukum.
Pada prosesnya, masyarakat yang sudah mendaftar untuk menjadi Juri akan diseleksi oleh hakim setelah Jaksa dan Pengacara dari terdakwa mengajukan sejumlah pertanyaan.
Tentunya para Juri ini mempunyai kondisi harus tidak boleh tersangkut masalah yang disidangkan, dan juga tidak boleh mantan aparat kepolisian.
Sistem Juri ini dibentuk sebagai upaya menjaga kejujuran pemerintah dan melindungi warga dari kekuatan pemerintah, yang berarti menjunjung tinggi demokrasi peradilan di Negeri Paman Sam tersebut.
Kebenaran atau Keadilan?
Dua aspek sengaja dilempar oleh Clint Eastwood dan penulis naskah Jonathan A. Abrams untuk bisa dinilai sendiri oleh para penonton, yakni kebenaran dan keadilan.
Fakta meninggalnya Kendall Carter disajikan tidak secara utuh. Keterangan dari tersangka dan saksi-lah yang membuat penonton harus berpikir juga menjadi pihak pro atau kontra terhadap keputusan Juri.
Jika boleh sedikit mengkritik film ini, adalah titik di mana inisiatif Justin Kemp untuk menunda keputusan mudah Juri terasa terlalu naif.
Motivasi kemanusiaannya ada, namun untuk menjadi orang yang ingin merubah putusan rekan-rekan Juri yang lain atas hal yang bisa menyangkut dirinya, rasa-rasanya sedikit dipaksakan.
Mungkin tokoh Harold yang punya latar belakan kepolisian bisa lebih "dipakai" dari awal, sebagai orang yang mempunyai insting ada kejanggalan pada kematian Kendall Carter.
Efek yang Sama dengan Anatomy of A Fall
Seperti di awal artikel, akhirnya penonton yang harus menentukan sendiri ending dari seluruh jalinan cerita di peradilan ini.
Bagi yang sudah menonton Anatomy of A Fall, mungkin akan kembali merasakan efek yang sama dalam memilih pihak mana yang bersalah atau tidak.