Untuk mendukung hal tersebut, toko-toko dan pasar saham dibuka pada Kamis malam untuk mengurangi kemacetan lalu lintas,
Kemudian pihak berwenang menyesuaikan jam operasional transportasi umum dan menempatkan lebih dari selusin kereta cadangan dalam keadaan siaga jika terjadi kerusakan.
Lebih dari 10.000 petugas polisi dikerahkan, termasuk beberapa yang ditugaskan untuk mengantar siswa ke sekolah selama masa ujian berlangsung.
Bahkan jadwal penerbangan dihentikan sementara hingga pembunyian klakson kendaraan pun dilarang selama ujian ‘listening’ bahasa Inggris.
Lebih gilanya lagi, siswa yang menjalani ujian pun bisa melayangkan protes kepada pengawas ujian, jika si pengawas kurang baik dalam menjaga suasana ujian, seperti menimbulkan suara berisik hingga salah menghitung durasi ujian.
Makanya tak heran, lagu APT yang sedang hits pun terpaksa harus dilarang sementara untuk diputar, agar membantu konsentrasi belajar siswa SMA Korsel jelang ujian.***