Setelah misi selesai, Daya yang kini mengetahui bisnis kotor ayahnya memilih pergi bersama Shen. Breslin yang berduka atas kematian Abigail dihibur oleh DeRosa dan akhirnya memutuskan untuk pensiun.
Pada adegan pasca-kredit, Yung ternyata selamat meski terluka parah dan merayap kabur melalui saluran pembuangan, sementara Breslin terlihat membuntutinya dari belakang.
Review
Escape Plan: The Extractors berhasil memperbaiki reputasi waralaba ini setelah sekuel keduanya (Escape Plan 2: Hades) mendapatkan banyak kritik pedas.
Dengan memindahkan fokus cerita dari teknologi fiksi ilmiah ke aksi pertarungan jarak dekat yang lebih brutal dan realistis, film ketiga ini menyajikan hiburan aksi yang jauh lebih memuaskan.
Kehadiran bintang laga Asia seperti Max Zhang memberikan warna baru pada waralaba ini. Adegan pertarungan tangan kosongnya dirancang dengan sangat baik, cepat, dan intens.
Keterlibatan emosional Breslin (akibat takdir Abigail) serta motivasi pembalasan dendam memberikan ketegangan yang lebih nyata dibandingkan film sebelumnya.
Berbeda dari Escape Plan 2 tempat Sylvester Stallone hanya tampil sebentar, di film ini ia kembali menjadi sorotan utama bersama Dave Bautista dan Max Zhang.
Walau demikian, jalan ceritanya terbilang standar untuk genre aksi balas dendam, tanpa banyak kejutan atau plot twist yang berarti.
Esensi asli Escape Plan yang merupakan film bertema perencanaan melarikan diri dari penjara berteknologi tinggi agak terkikis, digantikan oleh pola raid atau penyelamatan benteng pertahanan musuh.
Sebagai penutup dari trilogi, Escape Plan: The Extractors adalah sebuah film aksi yang solid, kasar, dan menghibur.
Bagi penggemar film aksi klasik bernuansa keras dengan koreografi pertarungan yang mantap, film ini menjadi penutup yang cukup memuaskan bagi perjalanan Ray Breslin sekaligus salah satu mahakarya Sylvester Stallone.***