Cerita ini menarik perhatian publik karena menyentuh isu identitas keluarga dan hak seorang anak.
2. Gugatan Hukum yang Dilayangkan Ressa
Ressa menggugat Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi, menuntut pengakuan anak kandung dan kompensasi materiil maupun immateriil senilai Rp7 miliar.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama gugatan adalah pengakuan hukum dan hubungan keluarga, bukan sekadar uang.
Baca Juga: Alasan No Tail to Tell Lebih Cocok untuk Penonton Dewasa yang Siap Mengikuti Emosi Kompleks
Kuasa hukumnya menjelaskan bahwa ini merupakan persoalan hukum perdata terkait status anak, bukan konflik finansial semata.
Gugatan ini mendapat perhatian luas karena jarang kasus keluarga selebriti masuk ruang sidang secara terbuka.
Publik dan netizen kemudian ikut memperdebatkan sisi etis dan emosional kasus ini.
Beberapa pihak menyoroti pentingnya transparansi dan kejujuran dalam hubungan keluarga.
Drama hukum ini menandai awal babak baru yang menjadi sorotan media dan netizen.
3. Pernyataan Pihak Denada dan Kuasa Hukumnya
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa Denada tidak pernah menyangkal Ressa sebagai anak biologisnya.
Baca Juga: Karakter No Tail to Tell yang Bikin Penonton Dewasa Merasa 'Ini Aku Banget'
Selama ini, Denada disebut telah memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesejahteraan Ressa.
Menurut Iqbal, tidak diperlukan tes DNA karena status anak sudah jelas secara fakta dan pengakuan sejak lama.
Artikel Terkait
Misteri No Tail to Tell dan Karakter yang Sulit Dipercaya, Siapa yang Sebenarnya Tidak Bisa Dipercaya di Episode 1–2?
Lokasi dan Setting No Tail to Tell yang Bangun Misteri Episode Awal, Ruang Sunyi yang Membantu Membangun Rasa Curiga
Simak! Alasan Kenapa Minim Dialog No Tail to Tell Justru Bikin Misteri Lebih Intens
No Tail to Tell, Misteri Episode 1–2 Terungkap Lewat Petunjuk Kecil
Rasa Gelisah Penonton No Tail to Tell yang Membuat Tidak Bisa Berhenti