KLIK SAJA - Vengeance of an Assassin adalah sebuah film laga bela diri Thailand tahun 2014 yang disutradarai oleh Panna Rittikrai dan dirilis oleh Sahamongkol Film International.
Film ini mempertemukan kembali Rittikrai dan Chupong, sutradara dan bintang film tahun 2004 Born to Fight.
Ini merupakan film terakhir yang disutradarai oleh Panna Rittikrai sebelum ia meninggal pada usia 53 pada tahun yang sama, dan menampilkan berbagai aksi khasnya, termasuk adegan laga satu kali pengambilan (single-take) yang panjang dan stunt rumit yang menjadi ciri khas sang legenda.
Film ini menceritakan kisah laga penuh balas dendam tentang masa lalu.
Alur Cerita
Thee (Dan Chupong) dan adiknya, Than (Nantawooti Boonrapsap), adalah dua pemuda yang dibesarkan oleh paman mereka (Ping Lumprapleng), pemilik bengkel mobil.
Mereka penasaran dengan sebuah ruangan yang selalu dikunci sang paman. Suatu malam, mereka membuat paman mereka mabuk dan menyelinap masuk ke ruangan tersebut.
Di sana, mereka menemukan bukti bahwa orang tua mereka dulu adalah detektif yang bekerja secara undercover dan tewas dalam sebuah penyergapan oleh penyerang tak dikenal.
Paman mereka, yang saat itu juga seorang detektif, berjanji kepada orang tua mereka untuk membesarkan kedua saudara itu sebagai anak normal dan melindungi mereka dari bahaya terkait profesinya.
Setelah mengetahui kebenaran tersebut, Thee memutuskan untuk mencari siapa pembunuh orang tua mereka.
Sementara itu, Than tetap tinggal dan bekerja di bengkel sambil melatih kemampuan bela diri dengan menonton kaset VHS.
Thee bergabung dengan kelompok pembunuh bayaran untuk mencari jalan menaiki hierarki sampai menemukan orang yang memerintahkan pembunuhan orang tuanya. Ia mempelajari Kode Sang Pembunuh: Patuh pada misi; Jangan lepaskan pandangan dari target; Jangan beri ampun.
Dalam sebuah tugas, Thee disewa untuk melindungi Ploy (Nisachon Tuamsongnern), seorang wanita muda berambut pirang yang merupakan cucu seorang pengusaha berpengaruh.