Review Film 'Alas Roban' (2026), Dari Warung Kopi ke Bioskop Misteri Angker Alas Roban yang Kini Terlihat Nyata

photo author
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:51 WIB
Review Film 'Alas Roban' (2026), Dari Warung Kopi ke Bioskop Misteri Angker Alas Roban yang Kini Terlihat Nyata (Instagram.com)
Review Film 'Alas Roban' (2026), Dari Warung Kopi ke Bioskop Misteri Angker Alas Roban yang Kini Terlihat Nyata (Instagram.com)

Salah satu yang menonjol adalah komentar akun @071.ck_y yang menulis, “Keren banget, merinding vibes-nya.”

Ini bukan pujian biasa, ini tanda bahwa film ini berhasil menyentuh memori kolektif kita soal jalur angker yang selama ini hanya hidup di cerita mulut ke mulut.

Warganet juga memuji tone gelap yang dianggap pas menggambarkan “ruh” Alas Roban itu sendiri.

Deretan Pemeran yang Memperkuat Ketegangan

Michelle Ziudith tampil cukup matang memainkan karakter yang terseret dalam tragedi, tanpa harus membuat ekspresi berlebihan yang lazim di film horor lokal.

Baca Juga: Review Film 'If I Had Legs I’d Kick You' (2025), Membuka Mata Tentang Tekanan Ibu dan Standar Sosial

Fara Shakila memberi sentuhan misteri yang membuat penonton bertanya-tanya apakah ia korban, saksi, atau penghubung ke dunia lain.

Rio Dewanto dan Imelda Therinne hadir sebagai penyeimbang yang membuat narasi tetap membumi.

Chemistry antarpemeran ini berhasil menciptakan atmosfer yang tidak mengandalkan jump scare semata, tetapi tekanan psikologis yang merembes pelan-pelan.

Horor Jalanan yang Akhirnya Dituturkan dengan Rapi

Film Alas Roban bukan tipe horor yang melemparkan kejutan setiap lima menit.

Ia memilih berjalan pelan, membuat penonton tidak nyaman, lalu memukul di saat ketegangan mencapai titik paling gelap.

Baca Juga: Review Film ‘Pesugihan Sate Gagak’ (2025), Ketika Masalah Ekonomi Membawa Tiga Sahabat ke Ritual yang Tak Masuk Akal

Visualnya kuat, sound design-nya mengunci suasana, dan narasinya konsisten menjaga misteri tetap tebal tanpa terasa dipanjang-panjangkan.

Sebagai film yang mengangkat mitos lokal, Alas Roban berhasil menyajikan sudut pandang baru—tidak sekadar memasukkan makhluk halus, tetapi juga perasaan manusia ketika terjebak di tempat yang tidak bisa dijelaskan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X