Review Film 'If I Had Legs I’d Kick You' (2025), Membuka Mata Tentang Tekanan Ibu dan Standar Sosial

photo author
- Rabu, 19 November 2025 | 11:08 WIB
Review Film 'If I Had Legs I’d Kick You' (2025), Membuka Mata Tentang Tekanan Ibu dan Standar Sosial (IMDb)
Review Film 'If I Had Legs I’d Kick You' (2025), Membuka Mata Tentang Tekanan Ibu dan Standar Sosial (IMDb)

KLIK SAJA - Film ini mengisahkan Linda, seorang ibu sekaligus terapis yang kehidupannya mulai retak, sang anak memiliki penyakit misterius dan harus melalui tabung makan malam hari, suaminya jauh dan sinis, dan rumahnya sendiri runtuh secara harfiah lubang besar di langit-langit apartemen memaksa mereka pindah ke motel.

Linda berusaha menyembunyikan kekacauan di balik profesinya, berjuang sendirian ketika dunia sekitarnya tampak enggan membantu.

Ini bukan horor monster atau zombie ini horor hidup nyata yang dibungkus drama gelap dan humor sinis.

Performa Rose Byrne dan Atmosfer yang Menghantui

Rose Byrne dianggap menampilkan salah satu akting terbaiknya sebagai Linda kacau, rentan, marah, dan hancur semua dalam satu bingkai.

Baca Juga: Review Film ‘Pesugihan Sate Gagak’ (2025), Ketika Masalah Ekonomi Membawa Tiga Sahabat ke Ritual yang Tak Masuk Akal

Sutradara Mary Bronstein menggunakan desain suara yang gelisah (termasuk derit kayu dan langit-langit yang runtuh) untuk membangun ketegangan terus-menerus.

Film ini bukan tontonan ringan ia membuat penonton merasa tercekik dalam rutinitas ibu yang kewalahan, namun disajikan dengan gaya yang estetis dan terdengar nyaring.

Tema Kelelahan Ibu dan Tekanan Sosial

Lebih dari sekadar film tentang penyakit anak atau rumah yang hancur, “If I Had Legs I’d Kick You” bicara tentang ekspektasi sosial terhadap perempuan, ibu, dan profesi yang sering tak terlihat.

Linda bukan pahlawan tanpa cacat dia manusia yang gagal, marah, ingin lari.

Baca Juga: Review Film 'Now You See Me: Now You Don’t' (2025): Trik, Twist, dan Aksi Spektakuler

Dalam kegagalan itu tersimpan kebenaran, banyak ibu merasakan hal yang sama namun jarang ditonton di layar besar.

Gaya Visual dan Suara yang Membuat Tak Nyaman Tapi Terpaku

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X