Di sana Riddick bertemu Kyra (dulunya Jack), gadis yang pernah ia selamatkan di Pitch Black.
Mereka terlibat dalam pelarian berbahaya dari penjara yang berubah menjadi medan perang antara para tahanan, penjaga, dan pasukan Necromonger yang datang memburu Riddick.
Kyra akhirnya tertangkap dan dibawa ke Helion Prime, sementara Riddick diselamatkan oleh seorang pendeta Necromonger yang ternyata juga Furyan.
Sebelum bunuh diri, pendeta itu berpesan agar Riddick membunuh Lord Marshal.
Riddick kemudian menyusup ke markas besar Necromonger dan menantang Lord Marshal secara terbuka.
Dalam duel sengit yang penuh kekuatan supranatural, Kyra berkorban demi menyelamatkan Riddick. Dengan amarah dan tekad terakhirnya, Riddick membunuh Lord Marshal. Di akhir film, seluruh pasukan Necromonger berlutut di hadapannya—menandakan bahwa Riddick kini menjadi pemimpin baru mereka.
Review
The Chronicles of Riddick memperluas dunia yang sebelumnya dibangun dalam Pitch Black.
Jika film pertama bernuansa horor-survival minimalis, kali ini sutradara David Twohy menghadirkan kisah epik bertema kekaisaran galaksi, perang agama, dan takdir seorang antihero.
Baca Juga: Review Film Hancock (2008), Kisah Pencarian Jati Diri Pahlawan Super yang Depresi dan Pemabuk
Visual film ini megah, penuh warna gelap dan desain dunia yang menawan—perpaduan antara sci-fi dan fantasy space opera.
Seperti biasa, acting Vin Diesel tampil kuat dan karismatik, membawa aura misterius khas Riddick yang dingin namun berprinsip.
Meski ceritanya cenderung kompleks dan berat di beberapa bagian, The Chronicles of Riddick tetap menghadirkan aksi menegangkan, dunia yang memukau, dan karakter utama yang tak terlupakan.
Film ini menjadi jembatan penting yang memperdalam mitologi Riddick sebelum akhirnya dilanjutkan dalam film Riddick (2013).***